Kabar paling menonjol dari gelaran Starbucks Run 2026 di Gelora Bung Karno bukan hanya soal garis start yang dipadati pelari, melainkan tiket 5K dan 10K yang sudah ludes jauh sebelum hari pelaksanaan. Minat yang tinggi itu membuat ajang ini langsung menyedot perhatian, terutama karena 5.000 peserta datang memenuhi Plaza Timur GBK sejak dini hari.
Keramaian sudah terlihat sejak sekitar pukul 05.00 WIB, ketika para pelari mulai memadati area start untuk pemanasan. Suasana tersebut menunjukkan bahwa lari kini semakin kuat sebagai bagian dari gaya hidup urban di Jakarta, sekaligus menjadi ruang bertemu bagi komunitas yang ingin berolahraga dalam atmosfer kompetitif namun tetap hangat.
Jumlah peserta tahun ini juga melonjak dibanding gelaran sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 2.000 pelari. President Director PT Sari Coffee Indonesia, Anthony Mc Evoy, menyebut perkembangan itu sebagai sesuatu yang sangat luar biasa karena jumlah pelari terus bertambah dari waktu ke waktu.
Anthony menilai, ajang ini bukan sekadar lomba lari, tetapi juga wadah interaksi yang terasa hangat setelah periode yang menantang. Ia mengatakan, sejak pagi buta sudah banyak peserta yang siap berlari di area acara.
Dua nomor utama dengan karakter lintasan berbeda
Kategori 10K menjadi nomor pertama yang dilepas pada pukul 05.30 WIB dengan batas waktu 120 menit. Rutenya dimulai dari Plaza Timur, melewati Pintu 7 menuju Jalan Jenderal Sudirman, berputar di Lingkar Semanggi, lalu mengarah ke Underpass Pattimura sebelum kembali lagi ke GBK.
Lima belas menit setelahnya, kategori 5K mulai diberangkatkan pada pukul 05.45 WIB dengan cut-off time 60 menit. Jalur Sudirman yang cenderung datar memberi ruang bagi pelari untuk menjaga ritme dan mengejar catatan terbaik mereka.
Antusiasme yang makin besar di Jakarta
Penyelenggara menempatkan kelancaran acara sebagai perhatian utama, termasuk melalui kesiapan tim medis dan pengamanan rute. Kehadiran mereka membantu menjaga situasi tetap tertib di sepanjang lintasan yang dipadati peserta dari berbagai komunitas.
Di sisi lain, wajah-wajah gembira para pelari memperlihatkan bahwa banyak peserta datang bukan hanya untuk mengejar personal best. Bagi sebagian orang, momen seperti ini juga menjadi kesempatan untuk menikmati suasana kebersamaan di ajang massal yang terus tumbuh peminatnya.
Starbucks Run 2026 sendiri digelar sebagai bagian dari perayaan komitmen Starbucks Indonesia yang telah berjalan selama 24 tahun dalam menghadirkan kebahagiaan dan membangun kedekatan lewat secangkir kopi. Format acara ini sekaligus menegaskan bahwa lari kini menjadi medium pertemuan lintas komunitas di kota besar.
Melihat tingginya minat peserta, manajemen mulai menyiapkan langkah lanjutan berdasarkan evaluasi kepuasan pelari. Anthony juga membuka peluang agar ajang ini tidak hanya berhenti di Jakarta, tetapi bisa menjangkau komunitas lari di daerah lain.
Ia bahkan menyebut target 10 ribu peserta pada event berikutnya sebagai hal yang mungkin dicapai bila antusiasme seperti ini terus bertahan. Dengan 5.000 pelari yang sudah memenuhi GBK dan tiket yang habis sebelum start, ruang untuk tumbuh masih terlihat sangat terbuka.
Source: www.viva.co.id






