5 Berita yang Paling Menyita Perhatian, dari Ancaman Trump hingga Prabowo Bertemu Thaksin

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Rabu (8/7/2026) malam. Pertemuan itu berlangsung setelah Prabowo melepas keberangkatan Perdana Menteri India Narendra Modi dari Bandara Yogyakarta International Airport.

Thaksin datang bersama keluarganya, termasuk putrinya Paetongtarn Shinawatra yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand pada periode 2024–2025. Kehadiran tokoh politik Thailand itu menambah perhatian pada dinamika hubungan elite kawasan di tengah situasi global yang bergerak cepat.

Ancaman Trump terhadap Iran memanaskan ketegangan

Di panggung internasional, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah melontarkan ancaman serangan militer baru terhadap Iran. Ia bahkan menyebut Amerika Serikat bisa saja membunuh semua pemimpin Iran saat prosesi pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Mengutip Voice of Emirates, Rabu (8/7/2026), Trump juga mengeklaim Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mendukung gagasan tersebut. Pernyataan itu memperkeras tensi hubungan Washington dan Teheran yang sudah lama berada dalam tekanan tinggi.

PSEL Bali ditargetkan dorong lapangan kerja hijau

Di dalam negeri, Danantara Indonesia resmi memulai pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL pertama di Bali. Proyek ini berlokasi di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, dan diproyeksikan menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah di daerah tersebut.

Rosan menyebut PSEL Bali berpotensi menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau selama masa konstruksi hingga operasional. Proyek ini juga dirancang mampu menurunkan emisi hingga 80% per ton sampah dibandingkan metode pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir.

ProyekLokasiDampak Utama
PSEL BaliDesa Pedungan, Denpasar Selatan1.200 lapangan kerja hijau, emisi turun hingga 80%

Target besar Kementerian Kesehatan soal vaksin mandiri

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan Indonesia mampu melakukan riset dan pengembangan terhadap 11 antigen vaksin sekaligus memproduksi mandiri seluruh 15 antigen vaksin yang dibutuhkan nasional sebelum 2029. Target ini menjadi bagian dari dorongan kemandirian vaksin yang dianggap penting bagi ketahanan kesehatan nasional.

Budi menjelaskan, Indonesia saat ini menggunakan 15 antigen atau bibit virus sebagai bahan dasar pembuatan vaksin. Dari jumlah tersebut, sudah dihasilkan 13 jenis vaksin, tetapi baru empat antigen yang bisa diproduksi secara mandiri.

Dalam pernyataannya yang dikutip Antara, Rabu (8/7/2026), Budi menyoroti lambatnya pengembangan vaksin. Ia mengatakan, “Pengembangan vaksin bisa lama. Saya tidak percaya. Saat Covid-19, kita bisa melakukannya dalam 18-20 bulan. Kenapa saya selalu menerima jawaban kami butuh lima hingga 10 tahun?”

FaktaJumlahKeterangan
Antigen vaksin yang digunakan nasional15Bahan dasar pembuatan vaksin
Jenis vaksin yang sudah dihasilkan13Satu di antaranya mengandung beberapa antigen sekaligus
Antigen yang bisa diproduksi mandiri4Masih di bawah kebutuhan nasional

Aturan baru Rusia untuk anak pekerja migran

Rusia juga mengesahkan undang-undang baru yang memperketat aturan bagi migran dan anggota keluarganya, termasuk anak-anak. Aturan itu mewajibkan anak-anak dari pekerja migran meninggalkan Rusia ketika sudah berusia 18 tahun.

Ketentuan tersebut menyebut mereka harus keluar paling lambat 30 hari setelah resmi berusia 18 tahun atau setelah mendapatkan izin kerja. Mengutip laporan Azeri Press Agency Moskwa, Rabu (8/7/2026), migran dan anak-anak mereka juga wajib meninggalkan Rusia dalam 15 hari bila izin kerja migran dicabut atau tidak diperpanjang.

Kelima berita itu memperlihatkan rentang isu yang sangat luas, mulai dari ancaman militer, energi sampah, hingga kemandirian vaksin dan kebijakan migrasi. Dalam satu hari, perhatian publik terpecah ke berbagai arah, tetapi masing-masing kabar membawa dampak besar bagi politik, lingkungan, kesehatan, dan hubungan antarnegara.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terkait