5 Fakta The Odyssey, Nolan Syuting di Laut Asli dengan Kamera IMAX Baru

The Odyssey disiapkan Christopher Nolan sebagai produksi berskala besar yang memadukan pengambilan gambar di laut asli, lokasi lintas negara, dan teknologi kamera IMAX 70 mm generasi baru. Biaya produksinya disebut mencapai 250 juta dollar, sejalan dengan kebutuhan adegan praktis dan jajaran pemain papan atas.

Skala tersebut menjadi penting karena film ini membawa perjalanan panjang Odysseus dari puisi epik Homer ke layar lebar. Nolan tidak hanya mengandalkan lanskap buatan, melainkan juga melakukan pengambilan gambar di laut asli untuk bagian tertentu.

Aspek ProduksiDetail
Materi ceritaAdaptasi puisi epik Homer tentang Odysseus
Format kameraIMAX 70 mm generasi baru untuk seluruh produksi
Negara lokasiYunani, Italia, Maroko, Islandia, Skotlandia, dan Inggris
Pemeran utamaMatt Damon diminta menumbuhkan janggut asli
Biaya produksiDisebut mencapai 250 juta dollar

1. Anggaran besar untuk adegan praktis dan lokasi nyata

Anggaran The Odyssey disebut mencapai 250 juta dollar, angka yang menyamai rekor biaya yang sebelumnya dikaitkan dengan The Dark Knight Rises. Nilai tersebut dikaitkan dengan syuting di berbagai negara, penggunaan kamera baru, serta kebutuhan adegan di laut asli tanpa mengandalkan CGI untuk bagian tersebut.

Pendekatan ini menegaskan ambisi Nolan untuk menghadirkan skala perjalanan Odysseus secara fisik di lokasi pengambilan gambar. Laut dan lanskap nyata menjadi bagian penting dari upaya menerjemahkan kisah epik itu menjadi pengalaman sinematik besar.

2. Seluruh produksi memakai kamera IMAX generasi terbaru

Menurut Kompas.com, The Odyssey disebut sebagai film pertama yang seluruh proses produksinya menggunakan kamera IMAX generasi terbaru. Nolan meminta pengembangan kamera film IMAX 70 mm yang lebih ringan dan lebih senyap untuk proyek tersebut.

IMAX kemudian membuat perangkat baru sesuai kebutuhan itu, dan Nolan menjadi orang pertama yang memakainya dari awal hingga akhir produksi. Ia sebelumnya telah menggunakan format IMAX dalam film seperti Dunkirk dan Tenet.

3. Syuting berlangsung di enam negara

Produksi menjangkau Yunani, Italia, Maroko, Islandia, Skotlandia, serta Inggris. Sebaran lokasi itu mencerminkan cakupan perjalanan Odysseus yang penuh persinggahan setelah Perang Troya.

Salah satu lokasi yang dikaitkan dengan legenda tersebut adalah Favignana di Italia. Pulau itu dipercaya sebagai tempat awal Odysseus dan krunya berhenti untuk memanggang makanan serta mengisi perbekalan.

4. Matt Damon memakai janggut alami

Matt Damon diminta menumbuhkan janggut asli untuk kebutuhan perannya dalam The Odyssey. Nolan menginginkan tampilan yang tetap bertahan ketika terkena angin dan air di lokasi pengambilan gambar.

Damon memenuhi permintaan itu meski sebelumnya tidak pernah menumbuhkan janggut lebat. Film ini menjadi kolaborasi ketiganya dengan Nolan setelah Interstellar dan Oppenheimer, sekaligus film Nolan pertama yang menempatkannya sebagai pemeran utama.

5. Adaptasi langsung pertama dari karya sastra klasik

The Odyssey menandai kali pertama Nolan mengadaptasi langsung karya sastra klasik untuk layar lebar. Dasar ceritanya adalah puisi epik Homer yang telah berusia lebih dari 2.700 tahun.

Kisah tersebut mengikuti Odysseus, Raja Ithaka, dalam perjuangannya pulang setelah Perang Troya. Meski berangkat dari materi klasik, film ini disebut tetap memakai gaya penceritaan non-linear yang kerap menjadi ciri pendekatan Nolan.

Source: entertainment.kompas.com
Berita Terkait