Samsung masih menjaga jarak yang cukup jelas antara lini flagship dan kelas menengah. Sejumlah fitur penting tetap dipertahankan sebagai pembeda, mulai dari produktivitas, kamera, layar, kecerdasan buatan, hingga perekaman video.
Pembatasan itu membuat banyak model Galaxy A dan Galaxy M terlihat lengkap di atas kertas, tetapi belum menyamai pengalaman perangkat Galaxy S, Galaxy Note, dan Galaxy Z. Dalam praktiknya, perbedaan tersebut terasa bukan hanya pada harga, melainkan juga pada fungsi harian yang bisa dinikmati pengguna.
Rekaman 4K 60 FPS masih jadi pembeda penting
Di sektor video, Samsung masih menahan kemampuan perekaman 4K 60 FPS untuk seri flagship. Galaxy A series memang dikenal stabil untuk merekam video, tetapi belum mendukung mode tersebut.
Padahal, berdasarkan informasi dari NanoReview, chipset mid-range seperti Exynos 1680 dan Exynos 1580 sebenarnya sudah mampu merekam video 4K 60 FPS. Ini menunjukkan bahwa pembatasan fitur tidak selalu bergantung pada kemampuan perangkat keras semata.
Galaxy AI hanya tersedia di lini atas
Samsung juga menempatkan Galaxy AI sebagai nilai jual utama di seri flagship. Pada 2024, Samsung memperkenalkan Galaxy S24 series sebagai HP pertama dengan Galaxy AI, dan sistem ini disebut tersedia di seri flagship seperti Galaxy S series dan Galaxy Z series.
Fungsinya mencakup pengeditan foto, peringkasan dokumen, penerjemahan percakapan langsung, serta pemberian saran untuk berbagai kebutuhan. Sementara itu, HP mid-range Samsung memang memiliki Awesome Intelligence, tetapi fiturnya tidak selengkap Galaxy AI.
Samsung DeX memberi pengalaman kerja yang berbeda
Fitur lain yang membuat flagship Samsung terasa lebih lengkap adalah Samsung DeX. Dilansir PCMag, fitur ini memungkinkan HP atau tablet tersambung ke komputer dan menampilkan antarmuka desktop.
Manfaatnya terasa saat pengguna ingin mengetik, memindahkan file, atau melakukan multitasking dengan cara yang lebih mirip sistem operasi desktop. Meski identik dengan flagship, beberapa pengguna Galaxy A sempat menemukan bug pada update One UI 8, dan sebagian model bahkan sempat mendapat DeX versi wireless.
Kamera telephoto memperluas kemampuan zoom
Di sisi kamera, seri flagship Samsung menawarkan konfigurasi yang lebih lengkap karena tidak hanya mengandalkan kamera utama dan ultrawide. Perangkat kelas atas juga membawa kamera telephoto dengan kemampuan berbeda-beda tergantung model.
Ada telephoto biasa dengan pembesaran 3 kali, hingga periscope telephoto dengan pembesaran 10 kali. Kamera ini dirancang khusus untuk zoom, sehingga berguna saat memotret objek jauh atau membuat foto portrait.
Samsung sendiri nyaris tidak menaruh fitur ini di kelas menengah. Salah satu pengecualian yang pernah muncul adalah Samsung Galaxy A72 dengan kamera telephoto 8MP dan pembesaran 3 kali.
LTPO membantu efisiensi baterai di flagship
Teknologi layar juga menjadi pembeda besar antara flagship dan mid-range. Di jajaran atas, Samsung memakai layar LTPO yang bisa menyesuaikan refresh rate sesuai aktivitas di layar.
Menurut Croma, refresh rate di HP flagship Samsung bisa turun hingga 1Hz dan naik lagi ke 120Hz saat ada gerakan. Pada beberapa model Galaxy A seperti Samsung Galaxy A57, refresh rate memang masih bisa menyesuaikan, tetapi hanya turun sampai 30Hz.
Penurunan refresh rate yang lebih jauh membuat konsumsi daya lebih rendah. Karena itu, LTPO ikut membantu baterai bertahan lebih lama dalam pemakaian harian.
Rangkaian pembatasan itu memperlihatkan pola yang konsisten di Samsung. Kelas menengah tetap dibuat menarik, tetapi sejumlah fitur paling lengkap masih disimpan untuk seri Galaxy S, Galaxy Note, dan Galaxy Z agar perbedaan dengan flagship tetap terasa jelas.
