5 Kebiasaan yang Sering Diabaikan, Ketiak Tetap Bau Meski Baru Mandi

Author: Redaksi Android62

Banyak orang mengira bau ketiak hanya muncul karena tubuh kurang bersih. Padahal, beberapa kebiasaan harian justru membuat bau tetap bertahan meski mandi sudah dilakukan dengan benar.

Faktor pemicunya tidak selalu terlihat mencolok. Stres, cara memakai antiperspiran, hingga kondisi handuk yang dipakai mengeringkan tubuh bisa ikut menentukan apakah aroma tak sedap cepat muncul atau tidak.

Stres dapat memperkuat bau keringat

Salah satu pemicu yang sering luput diperhatikan adalah stres. Saat stres, tubuh menghasilkan lebih banyak keringat, terutama dari kelenjar apokrin di area ketiak.

Keringat yang muncul saat stres juga cenderung lebih berminyak. Kandungan lemaknya dipecah bakteri menjadi asam, sehingga bau badan lebih mudah tercium walau tubuh baru selesai mandi.

Antiperspiran tidak selalu efektif jika dipakai di waktu yang keliru

Banyak orang memakai antiperspiran setelah mandi pagi, tetapi cara ini dinilai kurang optimal. Antiperspiran bekerja dengan menyumbat kelenjar keringat, sehingga waktu terbaik memakainya adalah malam hari sebelum tidur saat kelenjar lebih kosong.

Jika dipakai pada malam hari, antiperspiran punya peluang bekerja lebih baik untuk menahan keringat keesokan harinya. Berbeda dengan deodoran yang lebih cocok digunakan sesudah mandi karena fungsinya menutupi bau, bukan menghentikan keringat.

Produk Waktu Pemakaian Fungsi Utama
Antiperspiran Malam hari sebelum tidur Menyumbat kelenjar keringat
Deodoran Sesudah mandi Menutupi bau

Handuk yang lembap bisa memindahkan bau apek ke kulit

Kebiasaan menjemur handuk setelah mandi juga berpengaruh besar. Handuk yang tidak dijemur di tempat dengan sirkulasi udara baik akan tetap lembap dan mudah berbau apek.

Saat handuk seperti itu dipakai untuk mengeringkan badan, bau apek bisa menempel ke kulit. Akibatnya, ketiak dan area tubuh lain tetap terasa bau meski proses mandi sudah dilakukan dengan benar.

Makanan pedas dapat memicu lebih banyak keringat

Hidangan pedas memang digemari banyak orang, tetapi konsumsi yang terlalu sering dapat memicu bau ketiak. Makanan pedas meningkatkan suhu tubuh, lalu tubuh merespons dengan memproduksi keringat lebih banyak untuk mendinginkan diri.

Semakin banyak keringat, semakin besar pula peluang bakteri kulit memecah keringat menjadi senyawa berbau. Kondisi ini paling mudah terjadi di area ketiak karena bagian tersebut cenderung lebih lembap.

Rambut ketiak membuat keringat lebih mudah tertahan

Rambut ketiak juga bisa membuat bau lebih sulit hilang. Rambut di area itu menjebak lebih banyak keringat dibanding kulit yang tidak berbulu, sehingga keringat punya lebih banyak waktu untuk bercampur dengan bakteri penyebab bau.

Selain itu, area yang tertutup rambut lebih sulit dibersihkan secara menyeluruh. Jika bakteri dan kotoran tertinggal, aroma tak sedap lebih mudah bertahan meski tubuh sudah mandi.

Kelima faktor tersebut menunjukkan bahwa bau ketiak tidak selalu berkaitan dengan kebersihan yang kurang. Dalam banyak kasus, masalahnya justru ada pada stres, kebiasaan merawat handuk, cara memakai antiperspiran, pola makan, dan kondisi rambut ketiak.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru