Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau CFD Depok kembali digelar pada Minggu pagi dengan penutupan jalan selama tiga jam. Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB di dua titik utama yang menjadi pusat aktivitas warga.
Penutupan ruas jalan ini membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi berubah sejak pagi. Pemerintah Kota Depok menyiapkan rekayasa lalu lintas agar pengendara tetap memiliki pilihan jalur saat kawasan CFD dipakai penuh untuk kegiatan masyarakat.
Dua lokasi utama CFD Depok
Lokasi pertama berada di Jalan Margonda Raya, dengan area yang dibatasi dari Simpang Juanda hingga kawasan Putaran Jalan Dahlia dan Jalan Arif Rahman Hakim. Titik ini menjadi salah satu pusat keramaian utama bagi warga yang ingin berolahraga atau sekadar menikmati jalan tanpa kendaraan bermotor.
Lokasi kedua berada di Boulevard Grand Depok City atau GDC. Pada titik ini, area bebas kendaraan mencakup rute Jalan Citayam hingga KSU dan disiapkan sebagai ruang aktivitas warga pada waktu yang sama.
Di dua kawasan itu, warga biasanya memanfaatkan momen CFD untuk berjalan santai, berlari, bersepeda, dan mengikuti senam bersama. Kehadiran komunitas warga juga kerap membuat suasana di sepanjang jalur yang ditutup menjadi lebih ramai.
Rekayasa lalu lintas di sekitar area CFD
Dinas Perhubungan Kota Depok bersama pihak terkait menempatkan petugas di sejumlah titik penting untuk mengatur arus kendaraan. Pengendara motor diarahkan melalui Jalan Rawageni dan Jalan Dipo sebagai jalur alternatif selama ruas utama ditutup.
Sementara itu, kendaraan roda empat atau lebih dialihkan melewati Jalan Siliwangi. Pengendara juga dapat memanfaatkan kawasan Grand Depok City sebagai jalur alternatif menuju akses tol.
Pengalihan arus ini berlaku bagi kendaraan dari sejumlah arah, termasuk dari Sawangan, Citayam, Kartini, hingga kawasan Universitas Indonesia yang hendak menuju Margonda dan Juanda. Karena itu, pengguna jalan di sekitar lokasi perlu menyesuaikan waktu perjalanan agar tidak terjebak penutupan jalan.
Manfaat CFD bagi warga dan pelaku usaha
Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi, CFD Depok juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Di sejumlah titik, pedagang membuka lapak untuk menjual makanan dan minuman, pakaian, hingga perlengkapan rumah tangga.
Agenda ini juga dipandang sebagai salah satu upaya Pemkot Depok untuk membantu mengurangi polusi udara di wilayah kota. Dengan begitu, kegiatan bebas kendaraan bermotor tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga sebagai bagian dari pembenahan kualitas lingkungan.
Bagi warga yang hendak datang, pilihan lokasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan titik keberangkatan masing-masing. Warga di sekitar pusat kota dapat menuju Margonda Raya, sedangkan pengunjung dari area lain bisa mempertimbangkan Boulevard GDC.
Warga yang tidak berkepentingan menuju area CFD disarankan menghindari ruas terdampak selama pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. Langkah ini membantu mengurangi kepadatan di jalur pengalihan yang telah disiapkan selama kegiatan berlangsung.
Meski sebelumnya ruas Jalan Margonda Raya–Arief Rahman Hakim sempat terpantau sepi, dua lokasi yang dibuka hari ini tetap menjadi titik utama bagi warga Depok yang ingin memanfaatkan agenda bebas kendaraan bermotor di akhir pekan.
