Lima kendaraan bermotor milik Sudaryono tercatat bernilai total Rp1,07 miliar. Nilai itu merupakan satu bagian dari laporan harta kekayaan yang menyebut total kekayaan bersihnya lebih dari Rp31 miliar.
Koleksi kendaraan tersebut didominasi mobil Toyota, yakni dua unit Fortuner dan dua unit Innova. Satu kendaraan lainnya berupa sepeda motor bebek.
Isi garasi yang dilaporkan
| Jenis kendaraan | Jumlah |
|---|---|
| Toyota Fortuner | 2 unit |
| Toyota Innova | 2 unit |
| Motor bebek | 1 unit |
| Total | 5 unit |
Laporan tersebut tidak memerinci nilai dari setiap kendaraan secara terpisah. Karena itu, belum diketahui nilai masing-masing Toyota Fortuner, Toyota Innova, maupun motor bebek yang tercantum.
Nilai kendaraan jauh lebih kecil dibandingkan aset tanah dan bangunan yang dilaporkan mencapai Rp69,69 miliar. Properti menjadi komponen aset dengan nilai terbesar dalam laporan kekayaan Sudaryono.
Ia melaporkan kepemilikan 21 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah. Lokasi aset itu antara lain berada di Bogor, Tangerang Selatan, dan Depok, serta belasan lokasi lain.
Properti tersebar di sejumlah wilayah
Salah satu aset di Bogor berupa tanah seluas 144 meter persegi dengan bangunan seluas 200 meter persegi. Di Tangerang Selatan, terdapat tanah dan bangunan yang masing-masing tercatat memiliki luas 25 meter persegi.
Sudaryono juga melaporkan aset di Depok berupa tanah seluas 108 meter persegi dan bangunan seluas 150 meter persegi. Rincian itu menunjukkan kepemilikan propertinya tersebar pada berbagai bidang dan lokasi.
Selain kendaraan dan properti, laporan kekayaan mencatat surat berharga senilai Rp7,64 miliar. Komponen kas dan setara kas tercatat sebesar Rp13,34 miliar.
| Komponen | Nilai |
|---|---|
| Kendaraan bermotor | Rp1,07 miliar |
| Tanah dan bangunan | Rp69,69 miliar |
| Surat berharga | Rp7,64 miliar |
| Kas dan setara kas | Rp13,34 miliar |
| Utang | Rp60,36 miliar |
Utang turut tercatat dalam laporan
Di sisi kewajiban, Sudaryono melaporkan utang senilai Rp60,36 miliar. Nilai utang tersebut tercantum bersama seluruh komponen aset dalam laporan kekayaannya.
Data kekayaan itu mendapat perhatian seiring penugasan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Istana memastikan ia akan menjabat secara definitif menggantikan Nanik S Deyang.
Dengan penugasan tersebut, Sudaryono tidak akan merangkap jabatan sebagai Wakil Menteri Pertanian. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan Sudaryono dijadwalkan dilantik pada pukul 15.00 WIB.
Nanik S Deyang mengumumkan pengunduran dirinya melalui status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang pada Rabu (22/7). Ia menyebut alasan kesehatan dan rencana menjalani pengobatan di luar negeri.
