5 Keunggulan Bedah Robotik, Rawat Inap Rata-rata Bisa Lebih Singkat

Evaluasi klinis internal Siloam Hospitals mencatat rata-rata lama rawat inap pasien prosedur robotik mencapai 4,5 hari. Angka itu lebih singkat dibandingkan 6,2 hari pada prosedur konvensional.

Perbedaan durasi perawatan tersebut menjadi salah satu alasan bedah robotik semakin diperhatikan di Indonesia. Namun, hasil operasi dan pemulihan tetap dipengaruhi kondisi setiap pasien serta jenis tindakan yang dijalani.

AspekProsedur RobotikProsedur Konvensional
Rata-rata lama rawat inap4,5 hari6,2 hari
Gerakan instrumenStabil hingga hitungan milimeterTergantung gerakan tangan operator

Teknologi ini digunakan pada sejumlah tindakan, antara lain penggantian sendi lutut, urologi, bedah digestif, dan bedah saraf. Dalam Siloam Robotic Summit 2026 di Jakarta, dokter serta pakar teknologi medis membahas sejumlah manfaat yang menyertai pemakaiannya.

1. Gerakan Lebih Presisi hingga Hitungan Milimeter

Ketelitian menjadi keunggulan utama bedah robotik ketika dokter harus bekerja di area yang sempit dan sensitif. Wakil Ketua Komite Nasional Teknologi Robotik Bidang Kesehatan, Aristo Setiawidjaja, menyebut sistem robotik dapat bergerak stabil hingga ukuran milimeter.

Gerakan yang lebih terukur dapat membantu dokter membatasi pengambilan jaringan secara berlebihan selama prosedur berlangsung. Kemampuan ini relevan untuk tindakan yang membutuhkan akurasi tinggi pada target operasi.

2. Membantu Dokter Menangani Prosedur Kompleks

Robot tidak mengambil alih pekerjaan atau keputusan klinis dokter bedah di ruang operasi. Sistem tersebut berfungsi sebagai perangkat pendukung yang instrumennya tetap dikendalikan oleh dokter.

Aristo menjelaskan teknologi robotik dapat membantu pengembangan kapasitas dan keterampilan tenaga medis. Sistem ini juga dirancang untuk meminimalkan getaran tangan serta menjaga gerakan instrumen tetap konsisten.

3. Masa Pemulihan Berpotensi Lebih Cepat

Luka operasi yang lebih minimal menjadi salah satu faktor yang dikaitkan dengan masa perawatan lebih singkat. Data internal Siloam Hospitals menunjukkan rata-rata rawat inap 4,5 hari pada prosedur robotik, sementara prosedur konvensional mencapai 6,2 hari.

Evaluasi yang sama juga mencatat hampir seluruh prosedur robotik yang ditinjau mencapai target keseimbangan sendi lutut sesuai rencana operasi. Dengan demikian, manfaat teknologi ini tidak hanya dilihat dari durasi perawatan pasien.

4. Mendukung Aspek Keselamatan Pasien

Dalam evaluasi internal terhadap operasi lutut robotik, Siloam Hospitals tidak menemukan kasus infeksi maupun pasien yang kembali dirawat dalam 30 hari setelah operasi. Temuan tersebut menempatkan keselamatan pasien sebagai bagian penting dari penerapan teknologi ini.

Sejumlah penelitian internasional juga mengaitkan sistem Da Vinci Xi dengan risiko komplikasi pascaoperasi yang lebih rendah. Sistem itu disebut dapat menurunkan kemungkinan konversi ke operasi terbuka sebesar 56 persen dibandingkan pendekatan laparoskopi konvensional.

5. Layanan Makin Tersedia di Dalam Negeri

Ketersediaan layanan di dalam negeri memberi pasien pilihan untuk menjalani tindakan tanpa harus mencari fasilitas serupa ke luar negeri. Kehadiran keluarga selama perawatan juga dinilai dapat memberikan dukungan psikologis yang positif.

Siloam Hospitals telah mengoperasikan tujuh sistem bedah robotik di Jakarta, Surabaya, Bali, dan Makassar. Layanan tersebut mencakup ortopedi, urologi, bedah digestif, hingga neurologi, termasuk pengembangan Siloam Hospitals Kebon Jeruk sebagai Center of Robotic & Minimally Invasive Surgery.

Berita Terkait