5 Makanan Sehari-hari yang Diam-Diam Membuat Tubuh Lebih Cepat Kehilangan Cairan

Asupan natrium dan gula yang tinggi dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh, bahkan ketika seseorang merasa telah cukup minum. Kondisi ini patut diperhatikan karena sejumlah makanan yang kerap hadir dalam menu harian dapat membuat tubuh membutuhkan cairan lebih banyak.

Ginjal dapat mengeluarkan lebih banyak urine saat tubuh berusaha menyeimbangkan kadar natrium atau gula. Rasa haus, mulut kering, dan keinginan minum yang meningkat dapat menjadi tanda tubuh perlu segera mendapat asupan cairan.

Jenis MakananEfek yang Perlu Diperhatikan
Keripik dan biskuitUmumnya tinggi natrium
Makanan manisDapat meningkatkan kadar gula darah
Daging olahanMengandung natrium dan bahan pengawet
Bumbu serta saus kemasanDapat menyumbang natrium tinggi
Makanan pedasMemicu rasa panas dan keringat

1. Keripik dan Biskuit

Keripik dan biskuit termasuk camilan olahan yang umumnya memiliki kandungan natrium cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, tubuh dapat menarik air dari sel ke aliran darah untuk membantu menyeimbangkan kadar natrium.

Asupan natrium tinggi juga dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dan meningkatkan produksi urine. Bila cairan yang keluar tidak diganti, risiko kekurangan cairan dapat meningkat.

2. Makanan Manis

Kue, roti manis, permen, soda, dan sereal manis perlu dibatasi apabila dikonsumsi berulang dalam porsi besar. Gula yang tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah dan memengaruhi perpindahan cairan di dalam tubuh.

Saat kadar gula darah meningkat, air dapat tertarik dari sel menuju aliran darah. Sel kehilangan cairan, sementara ginjal dapat mengeluarkan urine lebih banyak.

3. Daging Olahan

Sosis, kornet, dan ham merupakan contoh daging olahan yang lazim mengandung natrium serta bahan pengawet. Garam digunakan untuk menjaga kesegaran produk sekaligus memperpanjang masa simpannya.

Porsi daging olahan perlu diperhatikan, terutama bila dikonsumsi bersama camilan asin atau saus kemasan. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan total asupan natrium tanpa disadari.

4. Bumbu dan Saus Kemasan

Saus tomat, mayones, dan kecap asin dapat menjadi sumber natrium tambahan dalam menu harian. Satu sendok makan kecap asin, misalnya, mengandung sekitar 1.010 mg natrium.

Natrium berlebih dapat membuat air berpindah dari sel ke aliran darah untuk menyeimbangkan kadarnya. Penggunaan saus dan bumbu kemasan secukupnya membantu mengendalikan asupan garam.

5. Makanan Pedas

Makanan pedas tidak bekerja seperti natrium dan gula dalam mengubah keseimbangan cairan aliran darah. Namun, kapsaisin dalam cabai dapat menimbulkan sensasi panas, menaikkan suhu tubuh, dan memicu keringat lebih banyak.

Keringat yang keluar dapat meningkatkan kebutuhan cairan tubuh. Buah dan sayuran dengan kandungan air tinggi dapat menjadi pendamping, selain menjaga konsumsi air putih.

Asupan Cairan Tetap Perlu Dijaga

Menurut informasi yang dikutip Beautynesia dari Verywell Health, asupan natrium disarankan tidak lebih dari 2.300 mg per hari dan idealnya kurang dari 1.500 mg. Natrium berlebih tidak hanya terkait kebutuhan cairan, tetapi juga berkaitan dengan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Menjaga air putih tetap penting saat mengonsumsi makanan asin, manis, pedas, maupun olahan. Pengaturan porsi dapat membantu tubuh menghindari kehilangan cairan yang tidak disadari.

Berita Terkait