Pengisian baterai hingga penuh dan layar dengan refresh rate tinggi dapat meningkatkan beban daya pada HP baru. Dua pengaturan ini layak diperiksa sejak awal karena berpengaruh pada pemakaian harian dan kondisi baterai dalam jangka panjang.
Pembatasan pengisian hingga 80 persen dapat mengurangi tekanan pada sel lithium-ion, terutama bila ponsel sering berada dekat sumber listrik. Sementara itu, penguncian layar pada 60Hz membuat prosesor dan GPU tidak perlu merender frame sebanyak saat mode 120Hz digunakan.
Penyesuaian berikut dapat dilakukan dalam sekitar 10 menit tanpa biaya tambahan. Lokasi menu dapat berbeda di setiap perangkat, tetapi umumnya tersedia di bagian Layar, Baterai, atau Opsi Pengembang.
| Pengaturan | Penyesuaian | Dampak utama |
|---|---|---|
| Dark mode | Dijadwalkan pada malam hari | Menghemat daya layar OLED |
| Batas pengisian | Maksimal 80 persen | Mengurangi tekanan sel baterai |
| Animasi sistem | Dikurangi atau dimatikan | Meringankan kerja GPU |
| Refresh rate | Dikunci pada 60Hz | Mengurangi beban render layar |
| Always-On Display | Dimatikan saat tidak dibutuhkan | Membantu ponsel masuk mode tidur |
1. Jadwalkan Dark Mode Otomatis pada Malam Hari
Dark mode paling relevan bagi pengguna ponsel dengan panel OLED karena setiap piksel pada layar tersebut menyala secara individual. Piksel yang menampilkan warna hitam dapat mati sepenuhnya, sehingga kebutuhan daya layar dapat berkurang.
Kondisi ini berbeda dengan panel LCD yang tetap memakai lampu latar. Penjadwalan mode gelap juga menghindarkan pengguna dari kebutuhan mengaktifkan fitur tersebut secara manual setiap malam.
2. Batasi Pengisian hingga 80 Persen
Baterai lithium-ion akan mengalami penurunan kapasitas seiring proses pengisian berulang. Keausan elektroda internal dapat menjadi lebih berat ketika baterai terus didorong hingga mencapai 100 persen.
Mengaktifkan batas pengisian 80 persen berarti kapasitas sekali pakai memang lebih kecil. Namun, opsi ini ditujukan untuk membantu menjaga usia baterai, khususnya pada perangkat yang lama terhubung ke pengisi daya.
3. Kurangi atau Matikan Animasi Sistem
Efek ketika aplikasi dibuka, ditutup, atau dipindahkan membuat antarmuka tampak lebih halus. Di balik tampilan itu, perangkat tetap melakukan kalkulasi untuk transparansi, transformasi visual, dan pergerakan elemen.
Efek blur membutuhkan pemrosesan tambahan, mulai dari mengecilkan gambar hingga memburamkannya secara horizontal dan vertikal sebelum diperbesar kembali. Pengurangan animasi melalui Opsi Pengembang dapat meringankan kerja GPU sekaligus membuat perpindahan layar terasa lebih cepat.
4. Kunci Refresh Rate pada 60Hz
Layar 90Hz dan 120Hz memberi pengalaman gulir yang lebih mulus, tetapi memerlukan lebih banyak frame untuk dirender. Pada 120Hz, perangkat perlu merender dua kali lebih banyak frame dalam waktu yang sama dibandingkan pada 60Hz.
Mengunci refresh rate 60Hz tidak mengubah fungsi aplikasi maupun pemutaran video. Perbedaan yang umumnya terasa berada pada kelancaran animasi dan guliran layar, yang dapat disesuaikan pengguna setelah beberapa menit.
5. Matikan Always-On Display
Always-On Display membuat jam dan notifikasi tetap terlihat saat perangkat siaga. Pada layar OLED, konsumsi dayanya relatif kecil, sekitar 5 miliwatt, karena hanya sebagian piksel yang aktif.
Meski demikian, panel tetap perlu memperbarui piksel aktif 60 hingga 120 kali per detik agar tampilan tidak berkedip atau menurun kualitasnya. Menonaktifkan Always-On Display memungkinkan ponsel masuk mode tidur dan menghentikan kerja driver layar saat fitur itu tidak diperlukan.
KompasTekno menghimpun penyesuaian ini dari How-To Geek sebagai langkah awal untuk perangkat baru. Pengaturan yang dipilih tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kelancaran layar atau kapasitas daya harian.







