5 Peramal Piala Dunia, dari Gurita Jitu hingga Dukun Ghana yang Keliru

Ramalan Nana Kwaku Bonsam pada Piala Dunia 2026 justru berakhir berlawanan dengan hasil turnamen. Dukun asal Ghana itu menyebut Argentina akan tersingkir lebih awal dan Portugal menjadi juara, tetapi Portugal kalah lebih dulu dari Spanyol sementara Argentina mencapai final melawan La Roja.

Kegagalan Bonsam kembali mengingatkan bahwa peramal pertandingan selalu menjadi bagian unik dalam euforia Piala Dunia. Dari hewan yang memilih bendera hingga figur yang mengaku memiliki kekuatan supernatural, setiap edisi pernah menghadirkan tokoh yang menarik perhatian.

Nana Kwaku Bonsam dikenal sebagai figur dari Ghana yang mengaku memiliki kekuatan supernatural terkait sepak bola. Sejumlah klaimnya disebut bertepatan dengan turnamen internasional besar, sehingga namanya dikenal dalam pembicaraan sepak bola Afrika.

PeramalEdisi Piala DuniaCara MemilihCatatan
Paul Si Gurita2010Memilih wadah bertanda benderaBenar dalam delapan pertandingan
Nelly Gajah2014Menendang bola ke gawang bertanda benderaMemprediksi duel tim
Farah Burung Elang2018Memilih melalui dua tongkat estafetKeliru pada semifinal Belgia vs Prancis
Kucing Achilles2018Memilih satu dari dua mangkuk makananBenar memprediksi kemenangan Rusia
Nana Kwaku Bonsam2026Klaim kekuatan supernaturalPrediksinya tidak sesuai hasil

1. Paul Si Gurita

Paul menjadi salah satu peramal Piala Dunia paling dikenal setelah tepat menebak delapan pertandingan pada edisi 2010. Gurita ini ditempatkan di akuarium dengan dua pilihan yang masing-masing ditandai bendera negara peserta pertandingan.

Paul kemudian memilih salah satu pilihan sebagai penanda tim yang diprediksi menang. Hewan ini mati pada Oktober 2010, tidak lama setelah Piala Dunia tersebut berakhir.

2. Nelly Gajah

Piala Dunia 2014 menghadirkan Nelly, seekor gajah dari Jerman, sebagai peramal pertandingan. Nelly menentukan pilihannya dengan menendang bola menuju gawang yang dihiasi bendera tim yang akan berduel.

Metode itu membuat prediksi Nelly mudah disaksikan dan dipahami. Kehadirannya melanjutkan tradisi peramal hewan yang muncul di sekitar pertandingan Piala Dunia.

3. Farah Burung Elang

Farah, seekor burung elang, meramal pertandingan pada Piala Dunia 2018 melalui dua tongkat estafet. Burung ini memilih salah satu pilihan yang mewakili tim peserta laga.

Namun, prediksi Farah tidak selalu tepat. Pada semifinal Belgia melawan Prancis, Farah mendarat di bendera Belgia, sedangkan pertandingan dimenangi Prancis.

4. Kucing Achilles

Achilles menjadi peramal pada Piala Dunia 2018 di Rusia dengan dua mangkuk makanan yang berisi sama. Masing-masing mangkuk diberi tanda bendera dari dua negara yang akan bertanding.

Salah satu prediksi yang tepat terjadi pada laga pembuka Arab Saudi melawan Rusia. Achilles memilih mangkuk berbendera Rusia, dan Rusia menang 4-0 atas Arab Saudi.

5. Nana Kwaku Bonsam

Bonsam menjadi nama yang banyak dibicarakan pada Piala Dunia 2026 karena rangkaian klaimnya seputar turnamen besar. Namun, prediksi tentang perjalanan Argentina dan Portugal tidak terbukti dalam hasil kompetisi.

Perbandingan lima tokoh ini menunjukkan bahwa daya tarik peramal Piala Dunia tidak hanya bergantung pada ketepatan hasil. Cara mereka memilih, serta kejutan ketika prediksi meleset, juga menjadi bagian dari cerita turnamen.

Source: inet.detik.com
Berita Terkait