Tablet Samsung pada 2026 semakin menunjukkan peran baru sebagai perangkat kerja, bukan sekadar layar hiburan. Dengan dukungan Samsung DeX, One UI, multitasking yang lebih baik, serta kompatibilitas keyboard dan S Pen, banyak aktivitas kuliah dan kerja kini bisa dikerjakan tanpa harus selalu membawa laptop.
Pergeseran itu terasa paling jelas pada lini tablet yang menyasar produktivitas ringan hingga menengah. Dari kelas terjangkau sampai kelas yang mendekati pengalaman desktop, Samsung menawarkan beberapa pilihan yang relevan untuk mahasiswa, pekerja hybrid, dan pengguna yang mengutamakan mobilitas.
| Model | Harga Mulai | Fitur Utama |
|---|---|---|
| Galaxy Tab A9 | Rp1,9 jutaan | Layar 8,7 inci, Helio G99, RAM hingga 8 GB, baterai 5.100 mAh |
| Galaxy Tab A9 | Rp3,9 jutaan | Layar 11 inci, refresh rate 90 Hz, baterai 7.040 mAh, RAM hingga 8 GB |
| Galaxy Tab S9 FE | Rp6,9 jutaan | S Pen dalam paket, Samsung DeX, IP68 |
| Galaxy Tab S10 FE | Rp8,9 jutaan | Fitur AI, dukungan S Pen, ekosistem Galaxy |
| Galaxy Tab S10 FE | Rp9,9 jutaan | Layar lebih luas, nyaman untuk multitasking dan spreadsheet |
1. Samsung Galaxy Tab A9, pilihan paling ekonomis untuk mahasiswa
Bagi mahasiswa yang ingin menekan anggaran, Galaxy Tab A9 menjadi opsi paling terjangkau. Harganya mulai Rp1,9 jutaan, jauh lebih ringan dibanding laptop entry-level.
Tablet ini dibekali layar 8,7 inci yang nyaman untuk membaca materi, membuka e-book, dan mengikuti kelas daring. Samsung juga memasangkan MediaTek Helio G99 dan RAM hingga 8 GB untuk kebutuhan harian.
Baterai 5.100 mAh membuatnya cukup untuk pemakaian seharian, termasuk Zoom Meeting, Google Docs, browsing referensi, dan hiburan setelah kuliah. Untuk pengguna yang mengutamakan portabilitas, model ini terasa paling masuk akal.
2. Samsung Galaxy Tab A9, ruang kerja lebih lega untuk multitugas
Varian Galaxy Tab A9 dengan layar 11 inci menawarkan pengalaman yang lebih nyaman untuk bekerja. Refresh rate 90 Hz membantu perpindahan aplikasi dan scrolling dokumen terasa lebih mulus.
Baterai 7.040 mAh memberi daya tahan lebih panjang untuk aktivitas harian. Dukungan RAM hingga 8 GB juga memudahkan penggunaan split screen, misalnya Microsoft Office dan browser, atau Canva dan aplikasi pencatat.
Dengan harga mulai Rp3,9 jutaan, varian ini cocok untuk mahasiswa yang sering membuat presentasi, mengedit dokumen, dan bekerja dalam grup secara online. Pilihan garansi resmi Samsung tetap penting agar layanan purna jual lebih aman.
3. Samsung Galaxy Tab S9 FE, paling dekat dengan pengalaman laptop
Galaxy Tab S9 FE menjadi salah satu model paling menarik bagi pengguna yang ingin alur kerja menyerupai laptop. S Pen sudah disertakan dalam paket penjualan, sehingga pengguna tidak perlu membeli stylus terpisah.
Nilai jual utamanya ada pada Samsung DeX yang mengubah tampilan Android menjadi lebih mirip desktop komputer. Dengan fitur itu, pengguna bisa membuka beberapa jendela aplikasi sekaligus dan bekerja lebih nyaman saat dipadukan dengan keyboard.
Samsung juga memberi sertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap debu dan cipratan air. Dengan harga mulai sekitar Rp6,9 jutaan, perangkat ini cocok untuk mahasiswa tingkat akhir, pekerja hybrid, dan profesional yang sering mengolah dokumen.
4. Samsung Galaxy Tab S10 FE, naik kelas dengan AI untuk kerja kreatif
Galaxy Tab S10 FE hadir sebagai penerus yang membawa peningkatan performa sekaligus kemampuan AI. Perangkat ini diarahkan untuk pengguna dengan kebutuhan produktivitas yang lebih tinggi, termasuk mahasiswa desain dan kreator konten pemula.
Fitur AI membantu saat mencari informasi, membuat catatan, dan mengoptimalkan multitasking. Tablet ini juga tetap mendukung S Pen serta ekosistem Galaxy, sehingga perpindahan file antarperangkat terasa lebih mudah.
Harga Galaxy Tab S10 FE mulai sekitar Rp8,9 jutaan. Pada kelas ini, tablet sudah cukup untuk editing foto, ilustrasi digital, dan pengelolaan konten media sosial.
5. Samsung Galaxy Tab S10 FE, layar lebih luas untuk produktivitas maksimal
Varian Galaxy Tab S10 FE dengan layar yang lebih luas memberi ruang kerja ekstra untuk spreadsheet, presentasi, dan editing ringan. Area tampilan yang lega juga membuat multitasking lebih nyaman karena pengguna tidak perlu terlalu sering berpindah jendela.
Samsung memasarkan model ini mulai sekitar Rp9,9 jutaan. Meski sangat mumpuni untuk aktivitas sehari-hari, tablet ini tetap lebih cocok untuk produktivitas ringan hingga menengah.
Untuk pekerjaan berat seperti rendering video profesional, simulasi 3D, atau pemrograman kompleks, laptop dengan prosesor kelas desktop masih lebih ideal. Namun untuk kuliah dan kerja mobile, lini tablet Samsung AI 2026 memberi alternatif yang ringan, praktis, dan makin matang fungsinya.
Ekosistem Galaxy yang terhubung lewat One UI, Quick Share, Multi Control, dan Samsung DeX membuat perpindahan dari smartphone ke tablet terasa lebih efisien. Dukungan keyboard dan S Pen juga memperkuat posisi tablet Samsung sebagai perangkat produktivitas yang semakin layak menggantikan laptop pada kebutuhan tertentu.







