Ratu Sofya Tegaskan Surat Itu Bukan Somasi, Hanya Klarifikasi Soal Kontrak Film dan Promosi

Kuasa hukum Ratu Sofya menegaskan bahwa surat yang dikirim ke pihak keluarga bukanlah somasi untuk sang ibu, Intan Masthura. Surat itu disebut sebagai bentuk klarifikasi atas persoalan kontrak kerja, honor, dan kewajiban promosi film Dosa Penebusan atau Pengampunan yang lebih dulu dipersoalkan rumah produksi.

Pernyataan tersebut penting karena publik sempat menangkap isu ini sebagai konflik keluarga yang melebar ke ranah hukum. Padahal, pihak Ratu menekankan bahwa inti masalahnya justru berkaitan dengan hubungan kerja antara pemain dan rumah produksi, bukan langkah hukum anak kepada ibu kandungnya.

Klarifikasi soal surat yang ramai dibicarakan

Kuasa hukum Ratu, Risvan, menjelaskan bahwa pihaknya memang mengirim surat kepada orang tua kliennya. Namun, isi surat itu disebut hanya memuat pernyataan dan penegasan untuk meluruskan persoalan kontrak kerja serta honor, bukan somasi seperti yang ramai diberitakan.

Risvan menyebut surat tersebut dibuat setelah ada surat dari pihak rumah produksi yang lebih dulu diterima. Karena itu, langkah balasan yang dikirim pihak Ratu diposisikan sebagai respons hukum atas persoalan yang sudah lebih dulu muncul.

Masalah berawal dari kontrak dan promosi film

Menurut penjelasan pihak Ratu, perkara ini bermula dari surat Has Pictures selaku rumah produksi film Dosa Penebusan atau Pengampunan. Isi surat itu menyoroti alasan Ratu belum melakukan promosi film sebagaimana tercantum dalam perjanjian kerja.

Nama yang menandatangani kontrak disebut adalah ayah Ratu. Karena itu, surat dari rumah produksi dikirim kepada orang tua Ratu untuk menindaklanjuti persoalan yang berkaitan dengan kewajiban dalam kontrak tersebut.

Pihak Ratu juga menyebut pembayaran untuk proses pembuatan film sudah diserahkan kepada ayahnya. Selain itu, surat dari Has Pictures dikatakan ikut mempersoalkan kewajiban lain yang belum dipenuhi, termasuk promosi yang menjadi bagian dari kerja sama.

Pernyataan yang memicu kesan konflik keluarga

Sorotan publik membesar setelah Intan Masthura bersama produser HAS Pictures, Reza Aditya, menggelar konferensi pers. Dalam kesempatan itu, Reza menyampaikan bahwa Intan dan keluarga disebut disomasi oleh kuasa hukum Ratu untuk menyerahkan semua fee.

Ucapan tersebut membuat publik menangkap seolah-olah Ratu mengambil langkah hukum terhadap ibunya sendiri. Di kanal YouTube Reyben Entertainment, Reza juga menyampaikan hal itu secara terbuka sehingga kabar tersebut cepat menyebar dan memunculkan reaksi luas.

Intan disebut menangis dalam konferensi pers karena merasa terpukul dengan situasi yang terjadi. Ia juga meminta Ratu pulang, sementara hubungan keluarga mereka disebut sudah tidak harmonis sejak lama.

Hubungan keluarga ikut membayangi urusan profesional

Persoalan ini tidak berhenti pada urusan honor dan kontrak film. Konflik keluarga yang sudah berlangsung cukup lama ikut membuat kasus tersebut terlihat semakin rumit di ruang publik.

Hubungan Ratu dengan keluarganya disebut memburuk sejak ia menjalin hubungan dengan Cornelio Sunny. Keluarga dikabarkan tidak merestui hubungan itu, dan jarak di antara mereka pun semakin lebar.

Di tengah campurnya isu keluarga dan urusan profesional, pihak Ratu menegaskan kembali bahwa surat yang dikirim bukan somasi kepada ibunya. Surat itu, menurut kuasa hukum, hanya berisi klarifikasi atas kontrak, pembayaran, dan kewajiban promosi yang sebelumnya dipersoalkan rumah produksi.

Source: www.suara.com
Berita Terkait