51 Saham HSC Disaring BEI, Daftar Emiten Besar yang Langsung Tersingkir dari Indeks Utama

PT Bursa Efek Indonesia resmi menetapkan 51 saham sebagai kategori High Shareholding Concentration atau HSC. Dampaknya langsung terasa karena saham-saham itu otomatis keluar dari indeks utama seperti LQ45, IDX30, hingga IDX80.

Langkah ini memperlihatkan bahwa pengawasan bursa tidak lagi bertumpu pada kapitalisasi pasar dan likuiditas semata. BEI kini juga menyoroti pola kepemilikan saham dan besarnya pengaruh transaksi terhadap pergerakan harga.

Parameter baru yang dipakai BEI

BEI memperkenalkan kriteria Price Impact Ratio untuk menyaring saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa perhitungan itu mempertimbangkan perubahan harga saham terhadap velocity.

Adapun velocity dihitung dari rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float. Saham dengan transaksi rendah tetapi perubahan harga besar dapat menghasilkan Price Impact Ratio tinggi, sehingga masuk radar HSC.

Daftar 51 saham yang masuk kategori HSC

NoKodeNama Emiten
1AGIIPT Samator Indo Gas Tbk
2BRENPT Barito Renewables Energy Tbk
3DSSAPT Dian Swastatika Sentosa Tbk
4IFSHPT Ifishdeco Tbk
5MGLVPT Panca Anugrah Wisesa Tbk
6RLCOPT Abadi Lestari Indonesia Tbk
7ROCKPT Rockfields Properti Indonesia Tbk
8SOTSPT Satria Mega Kencana Tbk
9WBSAPT BSA Logistics Indonesia Tbk
10TCPIPT Transcoal Pacific Tbk
11MGROPT Mahkota Group Tbk
12SATUPT Kota Satu Properti Tbk
13DGWGPT Delta Giri Wacana Tbk
14HATMPT Habco Trans Maritima Tbk
15DCIIPT DCI Indonesia Tbk
16BYANPT Bayan Resources Tbk
17DNETPT Indoritel Makmur Internasional Tbk
18MORAPT Ekamas Mora Republik Tbk
19SRAJPT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk
20BNLIPT Bank Permata Tbk
21BINAPT Bank Ina Perdana Tbk
22PGUNPT Pradiksi Gunatama Tbk
23SOHOPT Soho Global Health Tbk
24RISEPT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk
25FAPAPT FAP Agri Tbk
26SILOPT Siloam International Hospitals Tbk
27BBSIPT Krom Bank Indonesia Tbk
28BTPNPT Bank SMBC Indonesia Tbk
29STTPPT Siantar Top Tbk
30MLPTPT Multipolar Technology Tbk
31GEMSPT Golden Energy Mines Tbk
32BELIPT Global Digital Niaga Tbk
33MPROPT Maha Properti Indonesia Tbk
34PRAYPT Famon Awal Bros Sedaya Tbk
35SMARPT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
36CMNTPT Cemindo Gemilang Tbk
37MKPIPT Metropolitan Kentjana Tbk
38KONIPT Perdana Bangun Pusaka Tbk
39YUPIPT Yupi Indo Jelly Gum Tbk
40FITTPT Hotel Fitra International Tbk
41ALIIPT Ancara Logistics Indonesia Tbk
42KINGPT Hoffmen Cleanindo Tbk
43FILMPT MD Entertainment Tbk
44ELPIPT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk
45POLUPT Golden Flower Tbk
46LIFEPT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk
47MCOLPT Prima Andalan Mandiri Tbk
48BNIIPT Bank Maybank Indonesia Tbk
49BBHIPT Allo Bank Indonesia Tbk
50MEGAPT Bank Mega Tbk
51CMNPPT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk

Evaluasi dilakukan setiap kuartal

Daftar HSC ini akan dievaluasi setiap tiga bulan atau kuartalan, mengikuti jadwal evaluasi indeks utama di bursa. BEI menyebut mekanisme itu sebagai bagian dari pengawasan untuk menjaga transparansi dan perlindungan investor.

Jeffrey menegaskan bahwa saham dengan free float yang tipis dinilai lebih rentan terhadap volatilitas harga yang tidak wajar. Karena itu, BEI akan terus melakukan screening terhadap potensi high shareholding concentration dan faktor pemicu lain yang berkaitan dengan pengawasan pasar.

Dalam pernyataan yang dikutip mediaindonesia.com, Jeffrey mengatakan, “Atas saham-saham inilah kami akan melakukan screening terhadap potensi ada atau tidaknya high shareholding concentration. Tentu trigger factors lain yang terkait dengan kegiatan pengawasan itu akan tetap dilakukan.”

Masuknya 51 saham ke kategori HSC menandai perubahan penting dalam cara bursa melihat kelayakan emiten di indeks utama. Bagi investor, status ini menjadi sinyal bahwa kepemilikan saham dan struktur perdagangannya kini ikut menentukan posisi emiten di pasar.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terkait