Honda BeAT masih menjadi patokan utama di kelas motor matic paling irit 2026. Skutik 110 cc ini tercatat mampu meraih konsumsi sekitar 60,6 km/liter, angka yang membuatnya tetap sulit ditandingi oleh para rival di segmen harian.
Efisiensi tersebut bukan hadir tanpa alasan. Honda BeAT mengandalkan mesin eSP dan fitur Idling Stop System untuk menekan pemakaian bensin saat motor berhenti di lampu merah atau terjebak macet.
Daftar 7 motor matic paling irit 2026
| Urutan | Model | Konsumsi BBM | Catatan Utama |
|---|---|---|---|
| 1 | Honda BeAT | 60,6 km/liter | Mesin 110 cc eSP, Idling Stop System |
| 2 | Honda Genio | 59,1 km/liter | Rangka eSAF ringan, lincah |
| 3 | Honda Scoopy | 59 km/liter | Desain retro modern, fitur modern |
| 4 | Honda Vario 125 | 51,7 km/liter | Mesin eSP, bagasi besar, nyaman |
| 5 | Yamaha Fazzio Hybrid | 51 km/liter | Desain retro modern, hybrid ringan |
| 6 | Yamaha Gear 125 Hybrid | 48–58 km/liter | Blue Core Hybrid, bantu akselerasi awal |
| 7 | Suzuki Nex II | 44–50 km/liter | SEP, bobot sekitar 93 kg |
Honda Genio dan Scoopy menempel sangat rapat
Honda Genio berada tepat di belakang BeAT dengan konsumsi sekitar 59,1 km/liter. Motor ini memakai rangka eSAF yang ringan sehingga mendukung efisiensi sekaligus membuatnya terasa lincah untuk pemakaian harian.
Di bawahnya ada Honda Scoopy dengan catatan sekitar 59 km/liter. Skutik ini tetap menarik karena menggabungkan efisiensi bahan bakar dengan desain retro modern dan fitur yang terasa lebih modern.
Honda Vario 125 dan dua skutik Yamaha tetap kompetitif
Untuk kelas 125 cc, Honda Vario 125 masih masuk jajaran motor irit dengan konsumsi sekitar 51,7 km/liter. Model ini juga dikenal nyaman dipakai, memiliki bagasi besar, dan menawarkan karakter mesin yang responsif untuk kebutuhan harian.
Yamaha Fazzio Hybrid mencatat konsumsi sekitar 51 km/liter. Skutik ini membawa desain retro modern dengan pendekatan hybrid ringan yang menjadi pembeda di kelasnya.
Yamaha Gear 125 Hybrid juga ikut menjaga persaingan dengan efisiensi sekitar 48–58 km/liter. Teknologi Blue Core Hybrid yang dibawanya membantu akselerasi awal agar penggunaan terasa lebih ringan.
Suzuki Nex II menutup daftar dengan bobot ringan
Suzuki Nex II berada di posisi terakhir daftar dengan konsumsi BBM sekitar 44–50 km/liter. Motor ini mengandalkan teknologi Suzuki Eco Performance dan bobot sekitar 93 kilogram yang membuatnya terasa ringan saat dikendarai.
Meski berada di urutan terbawah, Nex II tetap menunjukkan bahwa efisiensi tidak hanya bergantung pada kapasitas mesin. Karakter ringan dan pendekatan teknis pada mesin tetap memberi nilai tambah bagi pengguna yang mencari motor praktis.
Urutan efisiensi ini menempatkan Honda BeAT di posisi teratas, disusul Honda Genio, Honda Scoopy, Honda Vario 125, Yamaha Fazzio Hybrid, Yamaha Gear 125 Hybrid, dan Suzuki Nex II. Namun angka di jalan bisa berubah karena dipengaruhi gaya berkendara, kondisi lalu lintas, tekanan ban, serta perawatan kendaraan.
Haloyouth.pikiran-rakyat.com menyoroti bahwa pilihan paling hemat belum tentu cocok untuk semua orang. Pengguna yang ingin biaya operasional serendah mungkin bisa melirik Honda BeAT, sementara mereka yang menginginkan fitur lebih lengkap atau mesin lebih besar dapat mempertimbangkan Honda Vario 125, Yamaha Fazzio Hybrid, atau Yamaha Gear 125 Hybrid.
Pada akhirnya, motor matic paling irit bukan hanya soal angka konsumsi BBM. Kenyamanan, kemudahan perawatan, dan nilai pakai jangka panjang tetap menjadi pertimbangan penting sebelum membeli skutik untuk mobilitas sehari-hari.







