Cuaca 47 Derajat dan Kelelahan Berat, 55 Jamaah Asal Jateng Tak Tertolong

Sebanyak 55 jamaah asal Embarkasi Solo wafat selama prosesi ibadah haji 2026. Data itu menunjukkan bahwa ujian terberat para jamaah bukan hanya rangkaian ibadah, tetapi juga cuaca ekstrem yang menyertai pelaksanaan haji.

Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amalia, menyebut 50 jamaah wafat di Tanah Suci. Satu jamaah wafat di pesawat dalam perjalanan pulang ke Tanah Air, sedangkan empat lainnya meninggal di Tanah Air.

Dari empat kasus di Tanah Air, tiga terjadi setelah jamaah tiba di Solo. Satu kasus lain terjadi saat transit di Bandara Kualanamu sebelum keberangkatan menuju Tanah Suci.

Mayoritas korban merupakan jamaah lansia

Nabiila menjelaskan bahwa sebagian besar jamaah yang wafat adalah lansia. Kondisi usia lanjut ini ikut menjadi perhatian dalam evaluasi penyelenggaraan haji karena berkaitan dengan daya tahan tubuh dan kesiapan fisik di tengah aktivitas yang padat.

Ia menilai puncak ibadah haji menuntut kondisi tubuh yang kuat. Perbedaan cuaca antara Tanah Suci dan Tanah Air juga menjadi beban tambahan bagi para jamaah, terutama bagi mereka yang sudah memiliki riwayat penyakit sebelumnya.

Cuaca panas mencapai 47 derajat Celcius

Selama prosesi ibadah haji, suhu di Tanah Suci sempat mencapai 47 derajat Celcius. Nabiila menyampaikan bahwa pada kloter-kloter akhir, cuaca di Madinah bahkan bisa menyentuh angka itu pada siang hingga sore hari.

Dalam kondisi tersebut, sejumlah jamaah dilaporkan mengalami sesak napas. Pada tahap awal, gejala itu diduga berkaitan dengan kelelahan dan menurunnya kondisi fisik selama menjalani rangkaian ibadah.

Nabiila juga menyebut ada jamaah lansia yang memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru. Saat kelelahan berat berpadu dengan suhu panas, sebagian dari mereka kemudian dinyatakan wafat.

Pemulangan jamaah hampir tuntas

Hingga Selasa (30/6/2026), PPIH Embarkasi Solo telah menerima kepulangan 80 kloter dengan total 28.617 jemaah. Kloter 81 atau kloter sapu jagat menjadi rombongan terakhir yang tiba di Bandara Adi Soemarmo pada hari yang sama.

Kedatangan kloter terakhir itu menandai berakhirnya operasional pemulangan jemaah haji Embarkasi Solo tahun 2026. Di saat kepulangan selesai, data wafatnya 55 jamaah menjadi catatan penting tentang beratnya kondisi yang dihadapi para peserta haji, baik di Tanah Suci maupun dalam perjalanan pulang.

Source: khazanah.republika.co.id

Berita Terkait