XLSmart memperkuat jaringan di Jawa Timur dengan lebih dari 29.000 BTS, sementara sekitar 2.100 di antaranya merupakan BTS 5G. Penguatan infrastruktur ini menjadi fondasi perluasan konektivitas yang lebih konsisten di wilayah dengan aktivitas digital yang terus meningkat.
Jaringan 5G XLSmart kini menerapkan konsep blanket coverage di delapan kota dan kabupaten. Pendekatan tersebut dirancang agar kualitas koneksi tidak mudah menurun ketika pelanggan berpindah lokasi dalam satu kawasan.
Blanket coverage berbeda dari perluasan sinyal yang hanya berfokus pada titik tertentu. Model ini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman 5G yang lebih merata bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Surabaya menjadi kota pertama yang menerapkan konsep tersebut sebelum jangkauannya diperluas ke daerah lain. Perluasan ini mencakup kawasan perkotaan hingga sejumlah kabupaten di Pulau Madura dan pesisir utara Jawa Timur.
Delapan Wilayah dalam Cakupan 5G
| Wilayah | Jenis Daerah | Status Layanan |
|---|---|---|
| Surabaya | Kota | 5G Blanket Coverage |
| Sidoarjo | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Gresik | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Bangkalan | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Pamekasan | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Sampang | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Sumenep | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
| Tuban | Kabupaten | 5G Blanket Coverage |
Kebutuhan terhadap koneksi berkapasitas besar semakin terlihat dari pola penggunaan pelanggan di Jawa Timur. Data XLSmart mencatat trafik data tumbuh 6 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, dengan konsumsi rata-rata mencapai 25 GB per pelanggan per bulan.
Pertumbuhan itu didorong oleh streaming, gim seluler, media sosial, konferensi video, dan transaksi digital. Penggunaan layanan cloud serta aplikasi berbasis AI juga menambah kebutuhan akan koneksi dengan latensi rendah.
Dampak bagi Aktivitas Digital
Jaringan yang lebih merata dapat mendukung pemutaran video beresolusi tinggi, pembelajaran jarak jauh, hingga pengiriman dokumen berukuran besar. Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting karena aktivitas bekerja dan belajar tidak lagi selalu dilakukan dari satu lokasi tetap.
Bagi pelaku usaha, konektivitas yang andal berpotensi memperlancar pembayaran non-tunai, aktivitas marketplace, dan pemasaran digital. Pemanfaatan komputasi awan untuk kolaborasi juga dapat berjalan lebih baik dengan kapasitas jaringan yang memadai.
Jawa Timur dipandang sebagai wilayah prioritas karena kebutuhan digital tumbuh di sektor industri, perdagangan, pendidikan, dan UMKM. Infrastruktur digital juga relevan bagi manufaktur, logistik, kesehatan, pelabuhan, pariwisata, serta kegiatan ekonomi lainnya.
Regional Group Head XLSmart Area Jawa Timur, Dodik Ariyanto, menyatakan permintaan layanan digital di wilayah tersebut terus meningkat. “Karena itu kami terus meningkatkan kualitas jaringan dan memperluas implementasi 5G Blanket Coverage agar pelanggan dapat menikmati pengalaman internet yang semakin cepat, stabil, dan konsisten,” ujar Dodik.
Modernisasi Jaringan Berlanjut
Mayoritas infrastruktur XLSmart di Jawa Timur masih ditopang BTS 4G, sementara BTS 5G telah melayani seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini. Menurut informasi yang dimuat Suara.com, penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari strategi membangun fondasi digital di Jawa Timur.
Head of Regional Technical Network XLSmart, Moch. Irwan Harahap, menilai kualitas konektivitas penting untuk mempercepat adopsi teknologi digital. Ia menyebut jaringan berkualitas dapat membuka peluang masyarakat untuk belajar, bekerja, berkreasi, dan mengembangkan usaha.
Ke depan, XLSmart menyatakan akan meningkatkan kapasitas jaringan dan memperluas blanket coverage di wilayah strategis. Langkah itu disiapkan untuk menghadapi pertumbuhan AI, Internet of Things, layanan cloud, dan ekonomi digital.
