6 Langkah Pulih dari Putus Cinta, No Contact 30 Hari Jadi Titik Awal

Membatasi komunikasi dengan mantan selama 30 hari menjadi langkah yang paling ditekankan dalam proses pemulihan setelah putus cinta. Jeda ini dinilai membantu mengurangi pemicu emosional dari pesan, foto, suara, maupun unggahan yang dapat mengaktifkan kembali pola keterikatan lama.

Putus cinta tidak semata-mata berkaitan dengan kesedihan atau sulitnya melupakan seseorang. Mel Robbins menjelaskan dalam The Mel Robbins Podcast bahwa otak, sistem saraf, dan hormon juga menyesuaikan diri ketika hubungan berakhir.

Kondisi tersebut dapat terasa seperti withdrawal karena tubuh kehilangan kebiasaan dan kedekatan yang sebelumnya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Karena itu, rasa sakit setelah berpisah tidak seharusnya dipahami sebagai tanda kelemahan pribadi.

LangkahFokus UtamaTujuan
1Menyadari proses biologisMenerima kondisi diri
2No Contact selama 30 hariMengurangi pemicu lama
3Memberi waktu 11 mingguMembentuk harapan realistis
4Mengubah lingkunganMenciptakan penanda fase baru
5Melepas kontrol atas mantanMengurangi keterikatan
6Mengejar tujuan baruMembangun rutinitas yang sehat

1. Sadari tubuh sedang beradaptasi

Mel Robbins menyebut perpisahan dapat memengaruhi kondisi neurologis, fisiologis, dan kimiawi seseorang. Pemahaman ini dapat membantu seseorang bersikap lebih berbelas kasih kepada diri sendiri saat emosi belum stabil.

Hilangnya sosok yang biasa hadir dalam kegiatan harian dapat membuat tubuh merasakan perubahan yang nyata. Proses pemulihan setelah putus cinta pun tidak selalu berlangsung cepat atau memiliki pola yang sama pada setiap orang.

2. Terapkan No Contact selama 30 hari

Selama masa No Contact, komunikasi dengan mantan dihentikan dan paparan terhadap unggahan, foto, maupun pesan lama dihindari. Langkah ini dimaksudkan untuk mengurangi rangsangan yang dapat membawa seseorang kembali pada pola emosional sebelumnya.

Melihat aktivitas mantan secara berulang dapat membuat jarak emosional lebih sulit terbentuk. Pembatasan kontak bukan berarti menolak kenyataan, melainkan memberi ruang agar pikiran dan tubuh beradaptasi dengan keadaan baru.

3. Beri ruang hingga sekitar 11 minggu

Mel Robbins juga menyinggung hasil penelitian yang menunjukkan sekitar 71% orang mulai merasa jauh lebih baik setelah 11 minggu. Rentang ini mendekati tiga bulan dan dapat menjadi gambaran bahwa pemulihan memerlukan waktu.

Angka tersebut bukan ukuran mutlak bagi setiap individu. Namun, informasi itu dapat mengurangi tekanan untuk segera baik-baik saja setelah hubungan berakhir.

4. Ubah suasana lingkungan

Perubahan kecil di kamar dapat menjadi penanda awal bagi fase kehidupan yang baru. Memindahkan tempat tidur, mengganti sprei, mengecat kamar, atau menyimpan barang pemberian mantan merupakan beberapa pilihan yang disebutkan.

Tujuannya bukan menghapus seluruh kenangan secara mendadak. Perubahan lingkungan membantu mengurangi asosiasi lama dan membuat rutinitas harian terasa lebih netral secara emosional.

5. Berhenti berusaha mengendalikan mantan

Mel Robbins mengaitkan langkah ini dengan prinsip Let Them, yakni membiarkan mantan menjalani hidupnya sendiri. Upaya memantau atau mengontrol keputusan mantan justru dapat mempertahankan keterikatan yang seharusnya mulai dilepaskan.

Fokus pemulihan perlu dikembalikan pada hal yang masih dapat dikendalikan oleh diri sendiri. Sikap tersebut dapat membantu mengalihkan energi dari hubungan yang selesai ke kebutuhan pribadi yang lebih mendesak.

6. Isi waktu dengan tujuan baru

Olahraga, kelas pilates, yoga, lari, belajar bahasa, mengikuti kursus, dan bertemu teman dapat menjadi bagian dari rutinitas baru. Aktivitas ini bermanfaat bila dilakukan untuk membangun kehidupan yang lebih sehat, bukan untuk membuat mantan menyesal.

Tren Life After Breakup yang ramai dibagikan di Threads dapat menjadi arah positif ketika didasari tujuan yang jelas. Masa setelah perpisahan dapat dipakai untuk kembali mengenali diri dan menata kehidupan fisik maupun mental dengan lebih baik.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terkait