Sedikitnya 620 jiwa dari 330 kepala keluarga terdampak kebakaran besar yang melanda Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin malam, 1 Juni 2026. Peristiwa ini membuat ratusan warga harus kehilangan tempat tinggal sementara setelah puluhan rumah hangus dilalap api.
Dampak paling besar dirasakan warga di RT 12 sampai RT 16 RW 04 Kebon Kosong. Dari wilayah itu saja, sekitar 500 jiwa terdampak, sementara 120 jiwa lainnya berasal dari RT 01 sampai RT 03 RW 05.
Kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat yang bangunannya saling berdekatan. Kondisi itu membuat api cepat menjalar dan mempersulit upaya penanganan di awal kejadian.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat, Syarifudin, menyebut dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik. Api disebut berasal dari salah satu rumah warga di RT 14 RW 04 atas nama Darmansyah.
Penyebab pasti kejadian ini masih diselidiki tim Inafis Polri. Hingga proses pendataan berlangsung, petugas juga masih menghitung total kerugian akibat kebakaran tersebut.
Di lokasi, api disebut cepat membesar karena banyak bahan mudah terbakar berada di sekitar rumah warga. Sejumlah bangunan semi permanen juga membuat kobaran api lebih mudah merambat ke titik lain.
Warga sempat mencoba memadamkan api dengan alat pemadam api ringan. Namun, kobaran sudah terlanjur membesar ketika upaya itu dilakukan.
Petugas kemudian mengerahkan 175 personel dan 35 unit mobil damkar untuk menangani kebakaran tersebut. Pengerahan besar ini menunjukkan beratnya upaya pemadaman di tengah kawasan yang padat penduduk.
Proses pemadaman juga tidak berjalan mulus karena akses menuju lokasi sempit. Kerumunan warga di sekitar area kebakaran ikut menghambat pergerakan petugas di lapangan.
Kebakaran di Kemayoran kembali memperlihatkan tingginya risiko di permukiman padat dengan bangunan yang rapat dan banyak material mudah terbakar. Dalam kondisi seperti itu, api dapat meluas sangat cepat sebelum penanganan awal benar-benar efektif.
Kini perhatian tertuju pada pendataan dampak yang ditimbulkan serta langkah lanjutan bagi warga terdampak. Ratusan jiwa yang rumahnya hangus masih harus mencari tempat tinggal sementara sambil menunggu penanganan berikutnya.
Source: www.medcom.id






