7 Benda yang Paling Berisiko Tertinggal di Mobil Panas, Dampaknya Bisa Serius

Author: Redaksi Android62

Kabin mobil yang terparkir di bawah terik matahari bisa berubah menjadi ruang berbahaya hanya dalam hitungan menit. Dalam kondisi seperti itu, sejumlah benda sehari-hari bukan hanya rusak, tetapi juga dapat memicu risiko yang lebih serius seperti kebakaran, ledakan, atau hilangnya fungsi penting.

Yang paling perlu diwaspadai adalah benda-benda yang sensitif terhadap panas, tekanan, dan perubahan kimia. Mulai dari aerosol, obat-obatan, baterai, hingga makanan dan botol air minum, semuanya dapat terdampak lebih cepat daripada yang sering diperkirakan.

Aerosol dan baterai termasuk yang paling rawan

Kaleng aerosol berada di kelompok barang yang paling berisiko saat ditinggal di mobil panas. Produk seperti deodoran semprot, hairspray, dan cat semprot bisa mengalami kenaikan tekanan ketika suhu naik, sehingga potensi meledak menjadi nyata.

Peringatan pada banyak kaleng aerosol bahkan menyebut penyimpanan di atas 120 derajat tidak aman. Masalahnya, suhu di dalam mobil yang terpapar matahari dapat melampaui 130 derajat.

Baterai juga tidak kalah berbahaya bila dibiarkan di kabin yang terpanggang panas. Energizer tidak menyarankan baterai disimpan di tempat panas seperti mobil saat musim panas, sementara Panasonic menyebut produk baterainya dirancang untuk beroperasi pada suhu 41 hingga 113 derajat.

Risikonya meningkat pada lithium battery karena jenis ini bisa berasap, terbakar, dan memicu kebakaran. Bahaya serupa juga terkait dengan vape dan e-cigarette yang membawa kombinasi baterai lithium dan cairan mudah terbakar.

Obat-obatan dapat kehilangan efektivitas

Obat juga termasuk barang yang sebaiknya tidak ditinggalkan dalam mobil panas. Aspirin dapat terurai, obat berbasis hormon bisa melemah, cairan obat bisa mengering, dan kapsul gel dapat meleleh atau menjadi lengket.

Risiko ini lebih serius jika obat tersebut dibutuhkan dalam keadaan darurat. Nitroglycerin bisa menjadi tidak aktif, insulin sensitif terhadap perubahan suhu ke dua arah, dan epinephrine dalam EpiPen terbukti cepat terdegradasi di panas menurut penelitian Medical University of Lodz.

Elektronik cepat bermasalah saat suhu naik

Ponsel, laptop, dan tablet kerap tertinggal ketika pemiliknya masuk ke toko atau meninggalkannya di dudukan mobil. Selain rawan dicuri, perangkat ini juga mudah terganggu jika dibiarkan terlalu lama di kabin panas.

Apple menyebut iPhone dan iPad idealnya digunakan pada suhu 32 hingga 95 derajat, sedangkan Samsung juga merekomendasikan rentang serupa untuk perangkat Galaxy. Saat terlalu panas, perangkat bisa menampilkan peringatan, memperlambat pengisian daya, meredupkan layar, melemahkan sinyal, atau membekukan sebagian fungsi.

Makanan dan minuman ikut masuk zona risiko

Makanan yang mudah basi tidak aman dibiarkan terlalu lama di mobil panas. USDA menyebut makanan tidak boleh berada di luar pendingin lebih dari dua jam, dan batas itu turun menjadi satu jam jika suhu di atas 90 derajat.

USDA juga menjelaskan zona bahaya makanan berada di antara 40 dan 140 derajat. CDC menambahkan bahwa daging mentah, kecambah, buah dan sayur yang belum dicuci, melon potong, produk susu dan jus yang tidak dipasteurisasi, serta adonan mentah sangat rentan ditinggalkan di panas.

Minuman beralkohol dan produk berbasis alkohol juga dapat bermasalah saat mobil dipenuhi panas. Beer dan wine tidak aman dibiarkan lama di mobil, terutama jika terkena sinar matahari langsung.

Beer dalam botol hijau atau bening lebih rentan mengalami skunking karena paparan UV, sedangkan wine bisa rusak rasanya atau bahkan meledak. Hand sanitizer dan pembersih yang mengandung alkohol juga membawa cairan mudah terbakar yang bisa menyala dalam kondisi tertentu.

Botol air plastik tidak sepenuhnya aman

Air minum dalam botol plastik sering dianggap cadangan yang praktis untuk disimpan di mobil. Namun, botol PET diketahui mengandung antimony, dan sebuah studi di China yang dipublikasikan di Environmental Pollution menemukan peningkatan antimony pada air yang disimpan pada suhu 158 derajat.

Risiko kesehatan dari paparan itu tidak muncul seketika, tetapi para peneliti menyimpulkan air kemasan tidak seharusnya disimpan di suhu tinggi. Botol plastik juga bisa memusatkan sinar matahari seperti kaca pembesar dan memicu api pada material yang mudah terbakar di dalam mobil.

Berita Terbaru