7 Burung Gurun Ini Bertahan di Panas Ekstrem, Ada Gagak yang Sangat Cerdas

Author: Redaksi Android62

Di tengah gurun yang panas, kering, dan miskin air, sejumlah burung justru mampu bertahan dengan cara yang sangat spesifik. Ada yang memanfaatkan liang, ada yang bersembunyi di semak teduh, dan ada pula yang mengandalkan kemampuan terbang jauh atau lari cepat untuk mencari sumber makan.

Gurun sendiri mencakup sekitar 33% lanskap bumi, tetapi curah hujannya sangat rendah, bahkan tidak lebih dari 10 inci per tahun. Dalam kondisi seperti itu, ketersediaan air menjadi tantangan utama, namun beberapa burung tetap dapat hidup dengan memanfaatkan kaktus, sumber air kecil, serta habitat yang memberi perlindungan dari terik matahari.

Penghuni tanah, liang, dan batang pohon

Burung hantu penggali menjadi salah satu contoh paling jelas dari burung gurun yang bergantung pada ruang bawah tanah. Spesies ini memiliki kaki panjang, tubuh cokelat berbintik putih, tanpa jumbai telinga, dan dapat mencapai panjang 25 sentimeter dengan bobot sekitar 170 gram.

National Wildlife Federation menyebut burung ini dapat ditemukan sepanjang tahun di Florida, Meksiko, dan sebagian Amerika Selatan, kecuali hutan hujan Amazon. Mereka umumnya hidup di liang yang digali hewan lain di area terbuka tanpa pohon.

Pelatuk gila juga termasuk burung yang sangat adaptif di lingkungan kering. Burung jantan memiliki tubuh hitam-putih, kepala dan perut cokelat, serta corak merah di kepala, sedangkan betina tidak memilikinya.

Bio Explorer menerangkan bahwa burung ini tersebar di California tenggara, Arizona selatan, Nevada barat daya, dan beberapa bagian Meksiko. Mereka punya otot kepala dan leher yang sangat fleksibel, paruh panjang dan runcing, serta lidah panjang untuk mematuk bahan keras seperti pohon.

Burung yang menghindari panas dengan perilaku berbeda

Verdin dikenal sebagai penghuni gurun yang tangguh karena memilih bagian dalam semak yang teduh untuk menghindari panas. Burung muda ini berbulu abu-abu dengan paruh pendek yang tebal di pangkal dan runcing di ujung, lalu saat dewasa tumbuh bulu kuning di kepala dan bulu merah di bahu.

Menurut Bio Explorer, verdin hidup di vegetasi semak berduri di barat daya Amerika Serikat dan Meksiko utara. Makanannya meliputi ulat, serangga, kumbang, larva, laba-laba kecil, serta buah-buahan berukuran kecil.

Greater roadrunner juga menonjol karena bentuk tubuhnya yang khas, dengan kaki, ekor, dan leher yang panjang, ditambah jambul bulu di atas kepala. Burung ini ditemukan di seluruh barat daya Amerika Serikat, dari dataran setinggi permukaan laut hingga ketinggian 3.000 meter.

Habitat yang disukai greater roadrunner meliputi semak belukar padang rumput, ngarai, dan area yang didominasi mesquite. Adaptasi itu membuatnya cocok dengan lanskap gurun yang terbuka sekaligus keras.

Ukuran besar, kecepatan tinggi, dan strategi makan yang berbeda

Burung unta menjadi salah satu spesies yang paling mencolok di habitat kering. Tubuhnya tidak bisa terbang, tetapi tingginya bisa mencapai 1,7 hingga 2,8 meter dan bobotnya berkisar 63 hingga 145 kilogram.

Meski berukuran besar, burung unta mampu berlari hingga 69 kilometer per jam. A-Z Animals menyebut gurun sebagai salah satu habitat utamanya, selain hutan, sabana, dan habitat kering lainnya.

Osprey menjalankan strategi yang sangat berbeda karena sangat bergantung pada air. Burung ini berkembang biak di wilayah utara Kanada, lalu bermigrasi melalui gurun di barat daya Amerika Serikat ke daerah yang lebih dekat dengan khatulistiwa.

Makanan utamanya adalah ikan, yang diambil dari permukaan air atau dengan menyelam. Karena itu, osprey biasanya tinggal di sekitar danau gurun, oasis, atau sungai.

Gagak dan kecerdasan yang membantu bertahan

Gagak menjadi contoh lain burung gurun yang mampu menahan panas ekstrem. Burung ini memiliki kemampuan mengatur panas tubuh yang hebat, sehingga bisa bertahan di lingkungan pasir yang sangat panas.

Makanannya terdiri dari serangga, bangkai, dan telur. Gagak mudah dikenali dari bulu hitam legam yang menutupi seluruh tubuh serta ukuran tubuh sekitar 67 hingga 78 sentimeter.

A-Z Animals menyebut kecerdasan gagak melampaui kebanyakan burung dan dianggap setara dengan simpanse atau lumba-lumba. Burung ini mampu memecahkan masalah sederhana dan bahkan memakai alat sederhana untuk mendapatkan makanan.

Beragam contoh itu menunjukkan bahwa gurun bukan ruang kosong bagi satwa liar. Di balik panas, kering, dan minim air, ada burung-burung yang berhasil bertahan lewat adaptasi fisik, pola makan, dan perilaku yang sangat spesifik.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru