7 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Bikin Outsole Sepatu Lari Jauh Lebih Awet

Author: Redaksi Android62

Outsole sepatu lari sering menjadi bagian pertama yang menua karena terus bergesekan dengan permukaan jalan. Saat lapisan bawah ini cepat menipis, traksi, grip, dan kenyamanan langkah ikut menurun.

Kondisi itu tidak selalu terjadi karena pemakaian berlebihan. Cara memakai, membersihkan, menyimpan, hingga mengeringkan sepatu justru bisa mempercepat atau memperlambat ausnya outsole.

Pilih permukaan lari dengan lebih cermat

Permukaan lari sangat memengaruhi umur outsole. Beton dan aspal kasar cenderung lebih cepat mengikis karet bawah sepatu dibandingkan jalur yang lebih lunak.

Variasi rute ke rumput, lintasan karet, atau jalur tanah dapat membantu mengurangi gesekan berlebih. Jalan raya tidak harus dihindari sepenuhnya, tetapi pergantian permukaan memberi jeda pada outsole.

Pakai sepatu lari sesuai fungsinya

Sepatu lari idealnya dipakai untuk berlari, bukan untuk semua aktivitas harian. Berjalan jauh, berkeliling pusat perbelanjaan, atau dipakai untuk olahraga lain dapat menambah beban pada outsole dan midsole.

Swift Running menilai kebiasaan itu membuat sepatu bekerja di luar kebutuhan utamanya. Karena itu, sepatu terpisah untuk aktivitas sehari-hari bisa membantu memperpanjang usia pakai sepatu lari.

Bersihkan bagian bawah sepatu setelah dipakai

Lumpur, pasir, dan kerikil kecil yang menempel di outsole tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Kotoran semacam ini dapat menurunkan daya cengkeram dan membuat performa sepatu ikut terganggu.

REI Expert Advice menyebut outsole yang penuh kotoran bisa mengurangi traksi. Setelah berlari, terutama di area berpasir atau berlumpur, outsole sebaiknya dibersihkan dengan sikat berbulu lembut dan air bersih.

Jauhkan dari panas berlebih

Cara penyimpanan juga berpengaruh besar pada ketahanan material sepatu. Paparan suhu tinggi dan sinar matahari terus-menerus dapat mempercepat penurunan kualitas, termasuk pada outsole.

Karena itu, sepatu sebaiknya tidak disimpan lama di bagasi mobil, dekat jendela yang terkena matahari langsung, atau di ruangan yang terlalu panas. Lingkungan yang lebih sejuk membantu material tetap stabil lebih lama.

Keringkan dengan cara yang benar

Sepatu yang basah setelah kehujanan atau dicuci tidak disarankan langsung dijemur di bawah sinar matahari terik. Cara itu justru bisa mempercepat kerusakan material sepatu.

Runner’s World menyarankan pengeringan alami pada suhu ruangan. Untuk membantu prosesnya, bagian dalam sepatu dapat diisi kertas agar kelembapan lebih cepat terserap.

Gunakan rotasi lebih dari satu pasang

Bagi pelari yang rutin berlatih, memiliki dua pasang sepatu bisa menjadi langkah perawatan yang efektif. Rotasi memberi waktu istirahat pada material setelah sepatu dipakai.

Disebutkan bahwa jeda penggunaan sekitar 48 jam membantu material kembali ke bentuk semula. Selain membuat outsole lebih awet, pola ini juga membantu menjaga kenyamanan saat sepatu dipakai kembali.

Lepas sepatu dengan benar

Kebiasaan melepas sepatu dengan menginjak bagian tumit memakai kaki lainnya sering dianggap sepele. Namun, cara itu dapat mempercepat kerusakan struktur sepatu.

Cara yang lebih aman adalah melonggarkan tali lebih dulu sebelum sepatu dilepas. Bentuk sepatu yang tetap terjaga membantu distribusi tekanan tetap merata saat digunakan berlari.

Perawatan outsole sebenarnya tidak rumit, tetapi membutuhkan konsistensi. Pemakaian yang tepat, pemilihan permukaan lari, pembersihan rutin, serta penyimpanan dan pengeringan yang baik dapat memperlambat keausan dan menjaga sepatu tetap nyaman dipakai.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru