PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat Pelabuhan Tanjung Kalian di Kabupaten Bangka Barat dengan membangun Dermaga II serta meningkatkan kapasitas Dermaga I. Langkah ini disiapkan untuk menjaga kelancaran layanan di lintasan Tanjung Kalian–Tanjung Api-Api yang selama ini menjadi salah satu jalur penyeberangan tersibuk di Bangka Belitung.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan tersebut sudah melayani 76.875 penumpang dan 58.952 kendaraan. Beban layanan yang terus naik itu menjadi alasan utama ASDP menambah ruang operasi kapal agar arus penumpang, kendaraan, dan logistik tetap terkendali, terutama pada masa ramai seperti Nataru dan Lebaran.
Dermaga baru disiapkan untuk kapal yang lebih besar
Dermaga II dirancang untuk melayani kapal dengan kapasitas maksimal 1.000 gross ton atau GT. Fasilitas ini memiliki panjang 58 meter dan lebar 13 meter.
Sementara itu, Dermaga I juga akan diperluas agar mampu mengakomodasi kapal hingga 2.000 GT. Setelah peningkatan, dermaga tersebut ditargetkan memiliki ukuran panjang 70 meter dan lebar 15 meter.
Penguatan dua dermaga ini diharapkan membuat pengaturan sandar kapal lebih fleksibel. Dengan kapasitas yang lebih besar, waktu tunggu dan kepadatan layanan di pelabuhan dapat ditekan saat volume perjalanan meningkat.
Komitmen untuk konektivitas dan ekonomi daerah
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menegaskan bahwa pelabuhan memiliki peran penting dalam konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, pengembangan Dermaga Tanjung Kalian diposisikan sebagai bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan layanan penyeberangan yang lebih andal.
Heru juga menyoroti kebutuhan menjaga kelancaran operasional pada periode sibuk. Menurut dia, kapasitas pelabuhan perlu ditingkatkan agar kebutuhan masyarakat dapat diantisipasi tanpa mengganggu pola operasi kapal.
Dukungan pemerintah daerah
Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap proyek ini karena fasilitas yang lebih kuat dinilai dapat membuat mobilitas warga lebih nyaman. Dukungan tersebut juga diharapkan membantu mengurangi kendala operasional yang kerap muncul saat arus penumpang meningkat.
Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani menilai pengembangan pelabuhan ini berpotensi memberi dampak lebih luas bagi wilayah setempat. Ia menyebut proyek tersebut dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah, terutama di Mentok dan Bangka Barat.
Agustinus Cahyo, General Manager ASDP Cabang Bangka, menambahkan bahwa pembangunan dan peningkatan dermaga ditujukan untuk membuat waktu tunggu sandar lebih terkendali. Ia menilai kapasitas yang lebih besar akan membantu pelayanan terhadap penumpang, kendaraan, dan logistik berjalan lebih optimal.
Lintasan Tanjung Kalian–Tanjung Api-Api selama ini dilayani kapal seperti KMP Madani, KMP Mutis, dan KMP Belanak. Dengan penguatan infrastruktur pelabuhan, ASDP menargetkan jalur penyeberangan ini tetap mampu menopang mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Sumatera dan Bangka Belitung.
