7 Remake dan Remaster yang Justru Mengecewakan, Dari Bug sampai Fitur yang Hilang

Author: Redaksi Android62

Remake dan remaster biasanya hadir dengan janji yang sama, yakni membawa game klasik ke generasi baru dengan tampilan lebih segar dan pengalaman yang lebih nyaman. Namun, tidak semua pembaruan memenuhi harapan itu, dan sejumlah judul justru menuai kekecewaan karena masalah teknis, perubahan yang terlalu jauh, atau fitur penting yang hilang.

Di antara kasus yang paling banyak disorot, Warcraft III: Reforged menjadi contoh paling mencolok. Game ini semula diharapkan menghadirkan perang epik Azeroth dengan visual modern dan fitur yang lebih lengkap, tetapi hasil akhirnya justru dianggap jauh dari janji awal.

Warcraft III: Reforged dipenuhi masalah seperti bug, crash, dan gangguan koneksi daring. Visual yang dijanjikan tidak sesuai, antarmuka dinilai lebih buruk, dan beberapa fitur penting dari versi original juga hilang.

Judul Masalah Utama Dampak bagi Pemain
Warcraft III: Reforged Visual tidak sesuai, UI lebih buruk, bug, crash, masalah koneksi Banyak pemain tetap menilai versi lama lebih layak dimainkan
Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition Penuh bug dan glitch, kualitas visual menurun, desain karakter dinilai aneh Versi PC dirilis dalam kondisi bermasalah dan mengecewakan
Metal Gear Solid: Master Collection Resolusi dibatasi 720p, masalah saat loading, subtitle typo Tampilan kurang optimal di layar modern
Batman: Return to Arkham Frame-rate 30fps, visual tipis, warna berlebihan, tekstur tidak konsisten Peningkatan terasa tidak sepadan dengan ekspektasi

Kekecewaan serupa juga muncul pada Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition. Banyak pemain berharap trilogi klasik GTA kembali bersinar, tetapi versi PC-nya justru dirilis dalam kondisi bermasalah dan penuh bug.

Kualitas visual dan pencahayaannya dinilai turun dibanding game original. Desain karakternya juga dianggap aneh, sementara keputusan Rockstar menyerahkan pengembangan ke Grove Street Games, studio kecil yang kurang berpengalaman, ikut dikaitkan dengan hasil akhir yang jauh dari memuaskan.

Metal Gear Solid: Master Collection datang dengan konsep yang terdengar menjanjikan karena dirilis untuk merayakan ulang tahun ke-35 seri Metal Gear. Kompilasi ini memuat lima game utama dan sejumlah bonus tambahan, tetapi kualitas teknisnya tidak mendukung paket yang ditawarkan.

Resolusi yang dibatasi di 720p membuat tampilannya kurang optimal di layar modern. Selain itu, muncul masalah seperti glitch saat loading dan subtitle yang typo, sehingga koleksi ini tidak terasa sebagai versi yang benar-benar rapi.

Nama besar lain yang ikut terseret adalah Batman: Return to Arkham. Dua game pertamanya dari seri Batman: Arkham seharusnya mendapat penyegaran visual dan dibawa ke konsol generasi baru, tetapi hasilnya dinilai tidak sejalan dengan harapan.

Frame-rate tetap terkunci di 30fps, peningkatan visual terasa tipis, warna terlihat berlebihan, dan teksturnya tidak konsisten. Alih-alih menjadi pembaruan definitif, remaster ini justru dianggap kurang memberi alasan kuat untuk beralih dari versi sebelumnya.

Di sisi lain, Assassin’s Creed: The Ezio Collection juga sempat diposisikan sebagai versi definitif dari trilogi Ezio Auditore. Assassin’s Creed II, Brotherhood, dan Revelations memang punya cerita yang berkelanjutan serta pengalaman bermain yang solid, tetapi koleksi ini tetap menuai kritik.

Peningkatan visualnya disebut minim dan bahkan bermasalah, sementara gameplay tidak diperbarui. Frame-rate juga tetap terkunci di 30fps, sehingga banyak pemain merasa paket ini belum cukup memberi penyegaran berarti.

Kasus lain datang dari Call of Duty: Modern Warfare 2, yang versi aslinya pernah mengubah standar genre FPS lewat engine baru, multiplayer yang lebih matang, dan campaign dengan momen dramatis seperti misi “No Russian”. Remaster yang rilis pada 2020 memang memperbarui mode campaign dengan baik, tetapi hasilnya tetap dianggap belum lengkap.

Absennya multiplayer dan Spec Ops membuat paket remaster tersebut terasa hanya separuh dari game original. Bagi banyak pemain, bagian yang hilang justru merupakan alasan utama mengapa Modern Warfare 2 dulu begitu berpengaruh.

GoldenEye 007 menutup daftar ini dengan cerita yang tak kalah menarik. Game Nintendo 64 tersebut dikenal bukan hanya karena aksi dan desain levelnya, tetapi juga karena menjadi permainan wajib saat bermain bersama teman.

Versi remaster-nya sebenarnya punya peluang besar lewat visual yang lebih baik, kontrol yang disempurnakan, dan mode multiplayer daring. Namun, remaster itu dianggap kehilangan “jiwa” versi aslinya karena terlalu mendekati shooter modern seperti Call of Duty, sementara sosok Bond versi Pierce Brosnan diganti menjadi Daniel Craig.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru