Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyiapkan UMKM Grande sebagai ruang promosi sekaligus pintu masuk pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha binaan. Ajang ini dirancang agar produk unggulan tidak hanya dikenal konsumen lokal, tetapi juga berpeluang menjangkau pembeli skala besar hingga pasar luar negeri.
Pameran UMKM Grande 2026 akan digelar pada 7–11 Mei 2026 di Atrium Mall Paragon Semarang. Sebanyak 75 UMKM unggulan dari sektor makanan dan minuman, fashion, kriya, furniture, hingga kopi dijadwalkan tampil dalam kegiatan tersebut.
Etalase bagi produk binaan
Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah, M Noor Nugroho, menjelaskan bahwa UMKM Grande berfungsi sebagai showcasing atau etalase produk unggulan. Menurut dia, produk yang dibawa ke ajang itu merupakan hasil pembinaan BI yang mencakup peningkatan kapasitas usaha dan pengelolaan bisnis.
“UMKM Grande ini bagian dari showcasing untuk marketing,” kata Noor di kantornya, Rabu (29/4/2026). Pernyataan itu menunjukkan bahwa pameran ini tidak berhenti pada tampilan produk, tetapi juga diarahkan sebagai sarana pemasaran bagi UMKM yang telah berkembang.
Dari pembinaan menuju pasar yang lebih kompetitif
Dalam pola pembinaan BI, pelaku UMKM tidak hanya didorong dari sisi korporatisasi, peningkatan kapasitas produksi, dan akses perbankan. Setelah fondasi usaha diperkuat, BI menyiapkan wadah agar produk binaan bisa bertemu langsung dengan pasar yang lebih potensial.
UMKM Grande menjadi ruang pertemuan antara produk dan calon pembeli, baik konsumen maupun pihak yang membutuhkan pasokan dalam jumlah besar. Skema ini diharapkan membuka peluang transaksi yang lebih nyata bagi pelaku usaha yang sudah disiapkan untuk bersaing.
Noor menegaskan bahwa UMKM yang dipilih untuk tampil memiliki kualitas yang cukup baik untuk dibawa lebih jauh. BI menilai sebagian produk binaannya sudah layak masuk ke pasar luar negeri karena memiliki kualitas ekspor.
Dorongan ekspor dan peluang pembeli besar
Salah satu tujuan penting dari gelaran ini adalah membuka jalan ekspor bagi produk unggulan Jawa Tengah. BI Jateng memandang UMKM Grande sebagai jembatan agar produk binaan tidak berhenti di pasar lokal atau nasional.
“UMKM yang kita tampilkan ini punya kualitas ekspor. Harapannya mereka bisa membuka pasar ke luar negeri,” ujar Noor. Target tersebut membuat pameran ini punya peran strategis, karena promosi produk dipadukan dengan upaya memperluas jangkauan bisnis ke level internasional.
BI juga menyiapkan business matching untuk UMKM yang berpeluang menerima pesanan dalam jumlah besar. Fasilitas ini penting karena pesanan skala besar biasanya membutuhkan kesiapan produksi, distribusi, dan modal kerja yang memadai.
Dukungan lanjutan untuk penguatan usaha
Selain pameran dan business matching, BI Jateng menambahkan rangkaian pendukung berupa workshop, talkshow, dan edukasi literasi keuangan serta pembayaran digital. Kegiatan tambahan ini ditujukan agar pelaku usaha memiliki bekal yang lebih baik dalam menghadapi perubahan pasar.
Konsep UMKM Grande sendiri merujuk pada makna Green, Kerakyatan, Digital, dan Ekspor. Konsep tersebut menempatkan keberlanjutan, akses kerakyatan, digitalisasi, dan orientasi ekspor sebagai bagian dari pengembangan UMKM binaan BI di Jawa Tengah.
Dengan susunan program itu, BI Jateng ingin memastikan pelaku usaha binaan tidak hanya tumbuh di tingkat lokal. UMKM yang tampil di Grande diarahkan untuk memperkuat daya saing, memperluas jaringan pasar, dan siap menangkap peluang ekspor yang lebih besar.
Source: regional.kompas.com






