825 Santri Sudah Mendaftar, Beasiswa Jawa Tengah 2026 Masih Terbuka Hingga Juli

Author: Redaksi Android62

Pendaftaran Beasiswa Santri Jawa Tengah 2026 masih dibuka dan minatnya terus menguat. Hingga pertengahan Mei 2026, sudah ada 825 santri yang mendaftar untuk kuliah di dalam maupun luar negeri.

Program ini menjadi salah satu jalur pendidikan yang banyak ditunggu santri di Jawa Tengah karena menawarkan skema bantuan yang luas. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren menyiapkan dukungan dari jenjang vokasi sampai doktoral, termasuk untuk santri dan pengasuh pesantren.

Dibuka untuk dalam negeri dan luar negeri

Beasiswa Santri Jawa Tengah 2026 tersedia lewat dua jalur utama, yaitu dalam negeri dan luar negeri. Masing-masing jalur punya jadwal pendaftaran dan seleksi yang berbeda.

Untuk beasiswa santri vokasi dan S1 dalam negeri, pendaftaran dibuka pada 18 Februari sampai 10 Juli 2026. Seleksi jalur ini berlangsung pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026, lalu hasilnya diumumkan pada 3 Agustus 2026.

Sementara itu, pendaftaran program luar negeri dibuka lebih singkat, yakni 18 Februari hingga 13 Juni 2026. Jalur ini mencakup S1 luar negeri, double degree, serta S1 keislaman di Al-Azhar University, Al Ahqof, dan Imam Syafi’i Yaman.

Seleksi untuk program luar negeri dijadwalkan pada 15 Juni hingga 4 Juli 2026. Pengumuman hasil seleksinya akan dilakukan pada 6 Juli 2026.

Cara pendaftaran dibuat serba daring

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi JNN atau Jateng Ngopeni Nglakoni. Aplikasi tersebut tersedia di Playstore dan Appstore sehingga bisa diakses langsung dari ponsel.

Calon pendaftar cukup membuka banner “Beasiswa Santri” di halaman utama aplikasi. Setelah itu, mereka dapat membaca petunjuk teknis, mengisi formulir, dan mengunggah dokumen persyaratan yang diminta.

Petunjuk teknis juga bisa diunduh melalui situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Skema ini disiapkan agar administrasi pendaftaran lebih mudah dijalankan oleh calon penerima beasiswa.

Pembiayaan yang disiapkan berbeda sesuai jalur

LFSP Jawa Tengah menyiapkan dukungan biaya yang berbeda untuk jalur dalam negeri dan luar negeri. Untuk program dalam negeri, bantuan mencakup Uang Kuliah Tunggal atau UKT penuh hingga delapan semester.

Pada program luar negeri, pembiayaan yang disiapkan lebih lengkap. Fasilitas itu meliputi biaya kuliah, biaya hidup, pengurusan visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi dari Semarang menuju negara tujuan.

Dengan dukungan tersebut, program ini memberi peluang yang lebih luas bagi santri yang ingin melanjutkan studi tanpa terbebani biaya besar. Skema bantuan itu juga sejalan dengan semangat “Ngopeni Nglakoni” yang diusung dalam program.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan jumlah pendaftar itu saat menghadiri Muwaadaah Pengukuhan dan Pelepasan Peserta Didik Kelas IX dan XII MTs MA Nahdlatul Muslimin di Undaan Kidul, Kabupaten Kudus. Ia berharap para penerima beasiswa bisa menempuh pendidikan dengan baik dan membawa pulang ilmu untuk memperkuat keilmuan di pondok pesantren.

Bagi santri dan pengasuh pesantren, beasiswa ini bukan sekadar bantuan biaya. Program ini juga menjadi jalan untuk memperkuat kapasitas keilmuan dan pengalaman akademik.

Source: borobudurnews.com
Berita Terbaru