Fungsi ginjal dapat berkurang hingga 80 persen sebelum seseorang merasakan tanda penyakit yang terlihat. Kondisi ini membuat penyakit ginjal kronis kerap baru diketahui ketika kerusakan sudah memasuki tahap lanjut.
Ginjal masih mampu menutupi sebagian kerusakan karena unit penyaring yang sehat bekerja lebih keras. Namun, kemampuan kompensasi tersebut dapat membuat penurunan fungsi organ ini berlangsung tanpa keluhan yang khas.
Menurut dr Srivatsa A, konsultan nefrologis dari Rumah Sakit Apollo, India, pasien dapat kehilangan sebagian besar fungsi ginjal tanpa gejala yang jelas. “Karena kompensasi ini, pasien secara rutin kehilangan hingga 80 persen fungsi ginjal sebelum mengalami satu pun tanda penyakit yang terlihat,” katanya, seperti dikutip Times of India.
Ketika kemampuan penyaringan menurun tajam, limbah dan cairan dapat menumpuk di dalam tubuh. Keluhan yang muncul tidak selalu sama pada setiap orang, tetapi beberapa ciri berikut perlu dicermati terutama bila terjadi bersamaan.
9 Ciri yang Perlu Diperhatikan
| No. | Ciri | Kaitan dengan Penurunan Fungsi Ginjal |
|---|---|---|
| 1 | Bengkak pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah | Dapat berkaitan dengan penumpukan cairan. |
| 2 | Kelelahan terus-menerus | Dapat muncul saat kondisi tubuh terganggu. |
| 3 | Nafsu makan memburuk | Termasuk keluhan yang dapat muncul pada kondisi lanjut. |
| 4 | Mual atau muntah | Dapat menyertai penumpukan limbah dalam darah. |
| 5 | Kram otot | Menjadi salah satu keluhan yang perlu diperhatikan. |
| 6 | Sulit berkonsentrasi atau linglung | Dapat terjadi ketika kerja tubuh terganggu lebih luas. |
| 7 | Perubahan pola buang air kecil | Berkaitan dengan fungsi penyaringan ginjal. |
| 8 | Kulit sangat gatal | Termasuk tanda yang dapat menyertai gangguan ginjal. |
| 9 | Tekanan darah tinggi sulit dikendalikan | Perlu diwaspadai karena ginjal membantu mengontrol tekanan darah. |
1. Bengkak pada Kaki, Pergelangan Kaki, atau Wajah
Pembengkakan dapat terjadi ketika cairan menumpuk akibat kemampuan ginjal mengatur cairan menurun. Keluhan ini dapat terlihat pada kaki, pergelangan kaki, tangan, maupun wajah.
2. Kelelahan yang Terus-Menerus
Rasa lelah berkepanjangan dapat muncul ketika fungsi ginjal telah menurun tajam. Kerusakan ginjal juga dapat mengurangi produksi hormon eritropoietin yang memicu pembentukan sel darah merah.
3. Nafsu Makan Memburuk
Penurunan nafsu makan termasuk keluhan yang dapat timbul saat limbah beracun mulai menumpuk dalam aliran darah. Tanda ini perlu diperhatikan apabila muncul bersama keluhan lain.
4. Mual atau Muntah
Mual dan muntah dapat menyertai kondisi ketika kemampuan ginjal membuang limbah telah terganggu. Gejala tersebut dapat muncul pada tahap fungsi ginjal yang memburuk.
5. Kram pada Otot
Kram otot tercantum sebagai salah satu ciri yang patut diwaspadai. Keluhan ini tidak selalu muncul pada setiap orang dengan gangguan ginjal.
6. Sulit Berkonsentrasi atau Merasa Linglung
Gangguan konsentrasi atau rasa linglung dapat terjadi saat penumpukan limbah mengganggu kerja tubuh secara lebih luas. Kondisi ini menjadi salah satu tanda yang perlu dicermati.
7. Perubahan Pola Buang Air Kecil
Perubahan pola buang air kecil penting diperhatikan karena berkaitan dengan fungsi penyaringan ginjal. Meski demikian, penyakit ginjal kronis juga dapat berkembang tanpa perubahan yang mudah dikenali.
8. Kulit Terasa Sangat Gatal
Rasa gatal yang berat pada kulit termasuk dalam daftar keluhan yang dapat muncul. Tanda ini perlu dinilai bersama gejala lain dan faktor risiko yang ada.
9. Tekanan Darah Tinggi Sulit Dikendalikan
Ginjal berperan membantu mengontrol tekanan darah sehingga hipertensi yang sulit dikendalikan perlu mendapat perhatian. Hipertensi kronis juga dapat mempersempit dan menebalkan pembuluh darah halus yang menopang kerja ginjal.
Faktor Risiko dan Pemeriksaan
Diabetes dan hipertensi merupakan dua pemicu utama kerusakan ginjal. Gula darah tinggi jangka panjang dapat merusak pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai filter alami ginjal.
Risiko juga disebut dapat meningkat pada penyakit autoimun, infeksi berulang, penggunaan obat pereda nyeri jangka panjang secara sembarangan, merokok, dan obesitas. Orang dengan faktor tersebut dianjurkan menjalani tes darah eGFR serta tes urine untuk mendeteksi kebocoran protein lebih awal.
Sepasang ginjal setiap hari menyaring hampir 180 liter darah, membuang limbah, mengatur cairan, dan membantu mengendalikan tekanan darah. Pemeriksaan tidak sebaiknya menunggu gejala fisik muncul karena keluhan dapat datang saat fungsi ginjal telah turun signifikan.
