Sebanyak 975 warga mengikuti pengobatan umum dan program cek kesehatan gratis dalam puncak Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kota Tegal. Layanan itu menjadi salah satu daya tarik utama kegiatan yang digelar Polda Jawa Tengah di Pendopo Ki Gede Sebayu.
Selain pemeriksaan umum, warga juga memanfaatkan berbagai fasilitas medis lain yang disiapkan di lokasi. Dari layanan dokter spesialis hingga bantuan obat-obatan gratis, seluruh rangkaian dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Layanan yang paling banyak dimanfaatkan
Berdasarkan data Biddokkes Polda Jateng, 139 warga mendapat pelayanan spesialis penyakit dalam dan 96 pasien menjalani pemeriksaan saraf. Sebanyak 865 warga juga menerima obat-obatan gratis setelah pemeriksaan.
Di lokasi yang sama, warga bisa mengakses skrining dan penyuluhan tuberkulosis, pemeriksaan laboratorium sederhana, pemeriksaan gigi, fisioterapi, pelayanan ibu hamil, penanganan stunting, donor darah, hingga khitan massal. Kehadiran layanan yang beragam membuat kegiatan ini tak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan dan pemulihan kesehatan.
Sasaran keluarga dan kelompok rentan
Program bakti kesehatan itu juga menyentuh kelompok yang membutuhkan perhatian lebih. Sebanyak 54 balita mendapatkan layanan penanganan stunting, sementara pelayanan ibu hamil turut disiapkan dalam rangkaian kegiatan.
Di luar layanan medis, Polda Jateng menyalurkan 1.128 paket sembako untuk warga yang membutuhkan. Bantuan alat bantu kesehatan juga diberikan, termasuk kursi roda dan alat bantu berjalan.
Kombes Pol Artanto menegaskan kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Polri untuk terus hadir memberi manfaat. Ia menyebut semangat Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema “Polri Untuk Masyarakat” diwujudkan lewat pelayanan yang langsung dirasakan warga.
Sinergi untuk penanganan TB dan stunting
Dalam kegiatan itu, turut dideklarasikan gerakan Polda Jateng Peduli Berantas TB Paru. Selain itu, diluncurkan inovasi TOSS Presisi Berantas TB Paru Kota Tegal sebagai dukungan terhadap program pemerintah dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis.
Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR., mengapresiasi kontribusi Polri dalam membantu masyarakat melalui pelayanan kesehatan. Ia menilai sinergi lintas pihak sangat diperlukan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih sehat, termasuk dalam upaya eliminasi tuberkulosis dan pencegahan stunting.
Sebelum rangkaian layanan dimulai, Kapolda Jateng Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama Wamenkes meninjau stan pelayanan kesehatan. Keduanya juga menyapa warga yang sedang menjalani pemeriksaan dan berdialog dengan tenaga kesehatan di lokasi.
