Acha Septriasa Kena Tegur Saat Di Australia, Ternyata Antre Lift Sangat Ketat di Sana

Bagi Acha Septriasa, pengalaman culture shock di Australia justru datang dari hal yang sangat sederhana: antre lift. Kebiasaan kecil itu sempat membuatnya ditegur karena dianggap tidak mengikuti aturan sosial setempat.

Acha menjelaskan bahwa ia sempat salah paham saat berdiri dekat pintu lift. Karena posisinya paling dekat, ia mengira bisa langsung masuk lebih dulu seperti yang lazim terjadi di Indonesia.

Di Australia, urutan masuk lift ternyata ditentukan oleh antrean, bukan oleh siapa yang paling dekat dengan pintu. Situasi itu membuat Acha mendapat komentar karena tindakannya dianggap tidak sopan, meski ia tidak bermaksud memotong antrean.

Perbedaan ini menjadi pengalaman pertama yang cukup membekas baginya saat awal tinggal di sana. Acha menyebut budaya antre di Australia berlaku ketat, bahkan dalam situasi sehari-hari yang terlihat sepele.

Ia melihat kebiasaan tersebut sebagai contoh jelas perbedaan sosial antara Indonesia dan Australia. Di Indonesia, orang yang berada paling dekat dengan pintu biasanya masuk lebih dulu, sementara di Australia posisi dalam antrean menjadi penentu utama.

Menurut Acha, perbedaan kecil seperti itu bisa menimbulkan kebingungan bagi orang yang baru pindah ke lingkungan baru. Dari pengalaman tersebut, ia menangkap bahwa hal yang dianggap biasa di satu tempat belum tentu diterima dengan cara yang sama di tempat lain.

Selain soal antre lift, Acha juga menyoroti gaya hidup masyarakat Australia yang menurutnya cenderung sederhana. Ia menilai perbedaan antara orang kaya, kalangan established, dan kelas menengah tidak terlalu menonjol dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam aktivitas harian, kebiasaan mereka terlihat mirip, terutama saat makan dan minum kopi. Dari situ, Acha melihat bahwa kemewahan di Australia tidak selalu ditunjukkan lewat barang mahal atau tampilan mencolok.

Baginya, yang terasa mewah justru hal-hal yang tidak kasatmata. Udara bersih, pemandangan, ketenangan, dan rasa aman menjadi bagian dari kenyamanan hidup yang ia anggap sangat bernilai.

Pengalaman itu membuat Acha memandang bahwa standar kemewahan bisa berbeda tergantung tempat tinggal dan lingkungan sosial. Ia juga melihat bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari sesuatu yang terlihat, melainkan dari suasana hidup yang tenang dan aman.

Source: mediaindonesia.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer