Dua gol Adam Alis membuat Persib Bandung membalikkan keadaan atas Persija Jakarta dan menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1. Situasi itu terjadi dalam duel Super League musim 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, setelah Persib sempat lebih dulu tertinggal.
Laga berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal. Persib dan Persija sama-sama tampil terbuka, saling menekan, dan membuat pertandingan sulit diprediksi pada paruh pertama.
Persib sempat mengirim ancaman lebih dulu pada menit ke-10 melalui Berguinho. Namun, percobaan keras itu masih bisa dibendung pertahanan Persija yang tampil disiplin pada fase awal pertandingan.
Persija lalu memecah kebuntuan pada menit ke-20. Alaaeddine Ajaraie menuntaskan peluang dengan sepakan kaki kiri yang akurat setelah melewati hadangan Kakang Rudianto, sebelum bola gagal dijangkau Teja Paku Alam.
Keunggulan tim tamu tidak bertahan lama. Persib terus menekan dengan sabar, lalu Adam Alis menyamakan skor menjadi 1-1 pada menit ke-28 setelah memanfaatkan kesalahan Van Basty Sousa di lini belakang.
Setelah kedudukan kembali imbang, Persija berusaha langsung merespons. Rayhan Hannan sempat mencoba peruntungan, tetapi Teja Paku Alam sigap mengamankan peluang tersebut di bawah mistar.
Adam Alis jadi pembeda
Momentum kemudian berbalik lagi ke kubu Persib. Adam Alis mencetak gol keduanya pada menit ke-38 setelah menerima umpan terobosan akurat dari Thom Haye yang membelah pertahanan Persija.
Dalam situasi itu, Adam Alis menang duel fisik dengan Dony Tri sebelum mengarahkan bola melewati penjagaan Carlos Eduardo. Gol tersebut membuat Persib berbalik unggul 2-1 dan menegaskan peran penting sang gelandang di lini serang.
Setelah unggul, Persib memilih bermain lebih rapat dan menjaga disiplin pertahanan. Tekanan Persija menjelang turun minum berhasil diredam dengan baik, sehingga skor 2-1 tetap bertahan sampai wasit meniup peluit akhir babak pertama.
Babak pertama yang berjalan ketat
Pertemuan dua tim papan atas ini menunjukkan kualitas permainan yang seimbang di banyak momen. Persib tampil lebih efektif saat lawan memberi celah, sementara Persija tetap beberapa kali menciptakan ancaman meski akhirnya tertinggal.
Keunggulan di akhir babak pertama memberi Persib modal penting untuk memasuki paruh kedua. Di sisi lain, Persija masih punya peluang untuk mengejar karena pertandingan sejak awal memang berlangsung terbuka dan tensinya tetap tinggi.
