ADHI Susun Ulang Direksi Dan Komisaris, Fokus Jaga Proyek Besar Dan Keuangan

Author: Redaksi Android62

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk tahun buku 2023 menghadirkan susunan pengurus baru yang langsung menarik perhatian pasar. Perubahan ini mencakup jajaran direksi dan komisaris, dua level yang sangat menentukan arah kerja perusahaan di tengah tekanan industri konstruksi.

Di posisi pucuk pimpinan, Entus Asnawi Mukhson kembali dipercaya sebagai Direktur Utama. Kehadiran formasi baru ini menunjukkan bahwa ADHI ingin menjaga kesinambungan kepemimpinan sambil memperkuat mesin operasional dan pengawasan internal.

Susunan direksi yang tetap menempatkan fungsi inti

Dalam komposisi terbaru, A. Suko Widigdo ditetapkan sebagai Direktur Operasi I dan Pundjung Setya Brata sebagai Direktur Operasi II. Bambang Krisminarno tetap memegang jabatan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Posisi lain juga diisi oleh Ki Syahgolang Permata sebagai Direktur Human Capital dan Sistem. Sementara itu, Vera Kirana menjabat Direktur QHSE dan Pengembangan Bisnis.

Formasi ini memperlihatkan bahwa ADHI masih memberi bobot besar pada operasi, keuangan, sumber daya manusia, serta pengembangan bisnis. Susunan tersebut juga menegaskan pentingnya pengendalian internal saat perusahaan tetap mengejar target proyek besar.

Penyegaran pengawasan lewat komisaris

Tidak hanya direksi yang berubah, Dewan Komisaris juga mengalami pembaruan. Bob Arthur Lombogia kini duduk sebagai Komisaris Utama.

Manajemen memandang penataan pengurus sebagai bagian dari penguatan organisasi. Langkah itu diarahkan agar perusahaan lebih siap menghadapi tantangan industri konstruksi yang masih menuntut kecepatan eksekusi dan tata kelola yang kuat.

Perubahan di level pengawasan ini menjadi penting karena ADHI tetap mengelola pekerjaan berskala besar. Sinkronisasi antara arah kebijakan, operasi, dan pengawasan akan sangat berpengaruh terhadap hasil kerja perusahaan ke depan.

Fokus bisnis tetap pada proyek strategis

Di tengah pergantian struktur, ADHI menegaskan perhatian utamanya masih tertuju pada penyelesaian proyek strategis nasional. Perusahaan juga tetap mendorong transformasi bisnis berbasis keberlanjutan.

Sejumlah proyek besar masih menjadi pusat perhatian, termasuk pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara dan proyek jalan tol trans-Jawa. Fokus tersebut membuat komposisi pengurus baru memiliki peran penting dalam menjaga ritme kerja sekaligus memastikan target bisnis tetap berjalan.

Perusahaan juga menekankan upaya menjaga stabilitas keuangan. ADHI berharap pengaturan baru di jajaran pimpinan dapat membantu memperkuat posisi keuangan dalam mata uang Rupiah.

Dalam situasi industri konstruksi yang belum mereda tekanannya, pembaruan pengurus ini menjadi sinyal bahwa ADHI ingin bergerak dengan struktur yang lebih siap. Di saat yang sama, perusahaan tetap berupaya menjaga nilai tambah bagi pemegang saham sambil mempertahankan fokus pada proyek-proyek utama.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru