AI Gratis untuk 100 UMKM Surakarta, Bantu Pembukuan hingga Promosi Tanpa Ribet

Sebanyak 100 UMKM di Surakarta kini mendapat kesempatan memakai aplikasi AI secara gratis untuk membantu kebutuhan usaha harian. Program ini mendorong pelaku usaha mikro tidak hanya hadir di marketplace, tetapi juga memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pembukuan, membaca pasar, hingga membuat materi promosi yang lebih cepat.

Langkah tersebut menjadi penanda bahwa digitalisasi UMKM di Surakarta mulai bergerak ke tahap yang lebih praktis. Jika marketplace selama ini menjadi pintu masuk ke ekosistem digital, AI kini diposisikan sebagai alat kerja yang bisa langsung dipakai untuk menunjang operasional usaha kecil.

AI mulai diarahkan ke kebutuhan dasar UMKM

Bagi banyak pelaku usaha mikro, tantangan sehari-hari tidak berhenti pada soal menjual produk secara daring. Mereka juga perlu mengelola keuangan, memahami tren pelanggan, dan menyiapkan promosi dengan sumber daya yang terbatas.

Asisten Deputi Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM, Ari Anindya Hartika, menilai masih banyak pelaku usaha yang belum punya akses mudah terhadap alat bantu keputusan yang cepat dan akurat. Ia menekankan bahwa teknologi seperti AI semestinya tidak hanya dinikmati perusahaan besar.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan teknologi seperti AI tidak hanya menjadi milik perusahaan besar, tetapi juga bisa digunakan oleh pengusaha mikro untuk bekerja lebih cepat dan mengambil keputusan lebih baik,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan arah baru digitalisasi UMKM yang lebih dekat dengan kebutuhan lapangan. AI tidak lagi dibicarakan sebagai teknologi yang jauh dari keseharian pelaku usaha, tetapi sebagai alat yang bisa membantu tugas-tugas paling mendasar.

Tiga fitur MWX untuk keuangan, strategi, dan promosi

Dalam pelatihan di Surakarta, peserta diperkenalkan pada tiga fitur utama dari aplikasi AI MWX. Ketiganya dirancang untuk menyentuh sisi penting dalam pengelolaan usaha mikro, mulai dari keuangan sampai pemasaran.

FinanceWhiz membantu digitalisasi dan inklusi finansial. Fitur ini memudahkan otomasi pembukuan serta penyusunan laporan keuangan yang lebih profesional dalam waktu singkat.

SmartWhiz dipakai untuk membaca pasar dan menyusun strategi. Melalui fitur ini, pelaku UMKM dapat melihat tren pasar dan perilaku pelanggan sebelum mengambil keputusan bisnis.

CreateWhiz difokuskan pada branding dan pemasaran. Fitur ini membantu peserta membuat konten promosi media sosial yang berkualitas tanpa harus bergantung pada agensi.

Keberadaan tiga fitur tersebut menunjukkan bahwa AI ditempatkan sebagai alat yang sederhana dan langsung berguna. Pendekatan seperti ini penting karena banyak usaha mikro masih memerlukan solusi yang mudah dipahami dan cepat dirasakan manfaatnya.

Pendampingan tidak berhenti pada akses teknologi

Program di Surakarta juga melibatkan kerja sama lintas pihak. Kementerian UMKM melalui Juragan UMKM, Pemerintah Kota Surakarta, BENAR Foundation lewat program Ngaji Rasa Usaha, serta MWX sebagai penyedia teknologi ikut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.

Ketua BENAR Foundation, Arif Wicaksono, menegaskan bahwa program ini tidak hanya memberikan akses teknologi, tetapi juga mendorong peserta agar benar-benar mampu menerapkan pengetahuan yang diterima. Menurut dia, pendampingan menjadi bagian penting agar manfaat program terasa di kegiatan usaha sehari-hari.

“Kami ingin memastikan setiap peserta bisa mengimplementasikan apa yang mereka pelajari. Program ini adalah bentuk konkret empati kami sebagai pengusaha yang pernah berjuang tanpa akses teknologi yang memadai,” kata Arif.

Pendekatan pendampingan seperti ini relevan karena banyak pelaku usaha masih membutuhkan arahan saat mulai mengenal penggunaan AI. Tanpa bimbingan yang jelas, teknologi kerap berhenti sebagai istilah digitalisasi dan tidak benar-benar masuk ke proses kerja.

Tahap baru setelah marketplace

Selama ini, marketplace dikenal sebagai langkah awal UMKM masuk ke ekonomi digital. Namun, kebutuhan usaha kini berkembang lebih jauh karena persaingan menuntut pengelolaan yang lebih rapi, promosi yang lebih terarah, dan respons yang lebih cepat.

Di titik itu, AI mulai dipandang sebagai tahap lanjutan dari transformasi digital. Teknologi ini memberi peluang bagi pelaku usaha mikro untuk bekerja lebih cepat, menghemat biaya, dan mengambil keputusan berbasis data yang lebih sederhana namun tetap relevan.

Surakarta menjadi contoh bagaimana penguatan kapasitas UMKM bisa bergerak ke arah itu. Digitalisasi tidak lagi berhenti pada penjualan daring, tetapi meluas ke pemanfaatan teknologi yang lebih cerdas dan praktis untuk mendukung usaha sehari-hari.

Source: mediaindonesia.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer