AI Kini Jadi Mesin Pendapatan, Bukan Lagi Sekadar Pendukung Kampanye

Cekat.AI menempatkan AI bukan lagi sebagai alat bantu tambahan, melainkan sebagai lapisan operasional yang menghubungkan iklan, interaksi pelanggan, dan konversi dalam satu alur kerja. Pendekatan ini lahir dari kebutuhan bisnis yang makin menuntut respons cepat, karena ukuran pertumbuhan tidak lagi cukup berhenti pada jangkauan audiens.

Di tengah perubahan itu, fokus industri advertising dan teknologi di Indonesia juga ikut bergeser. Banyak bisnis kini tidak hanya mengejar awareness, tetapi berusaha memastikan setiap interaksi bergerak lebih dekat ke transaksi dan pendapatan.

Chief Growth Officer Cekat.AI, Laode Hartanto, menilai masih banyak bisnis yang memisahkan advertising sebagai pendorong demand dari sistem operasional yang seharusnya menangkap permintaan tersebut. Pemisahan itu, menurut dia, membuat sebagian potensi revenue hilang di tengah perjalanan customer journey.

Laode melihat pertanyaan utama bisnis sudah berubah. Yang penting bukan lagi seberapa luas audiens dijangkau, melainkan seberapa cepat interaksi dikelola, direspons, lalu dikonversi secara real-time.

Dari exposure ke revenue

Dalam pandangan Laode, advertising tetap memiliki peran penting untuk membangkitkan demand. Namun AI kini diposisikan sebagai mesin yang memastikan demand itu tidak terbuang dan bisa diubah menjadi hasil yang lebih optimal.

Ia juga menyoroti bahwa banyak brand masih menjalankan advertising terpisah dari sistem operasional. Kondisi tersebut membuat customer journey tidak utuh dan peluang konversi dapat hilang sebelum masuk ke transaksi.

Perubahan perilaku pelanggan membuat pendekatan tradisional dinilai tidak lagi cukup. Brand disebut membutuhkan sistem yang mampu memahami konteks pelanggan, merespons secara instan, dan mendorong konversi di setiap titik interaksi.

Data, advertising, dan AI makin saling terhubung

Laode memandang konvergensi antara advertising, data, dan AI sebagai fondasi penting untuk membangun keunggulan kompetitif. Dalam era AI-driven growth, revenue dinilai tidak lagi lahir dari exposure semata.

Pendapatan justru muncul dari kemampuan teknologi mengubah interaksi menjadi nilai nyata. Karena itu, AI mulai dipandang bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari cara bisnis beroperasi setiap hari.

Cekat.AI mendorong percepatan adopsi AI pada brand dan advertiser dengan fokus pada integrasi aktivitas advertising dan sistem operasional berbasis AI. Tujuannya agar proses bisnis berjalan lebih terhubung dari awal hingga akhir.

Platform AI Agent milik Cekat.AI memungkinkan bisnis mengotomatisasi dan mengelola interaksi pelanggan secara omnichannel. Kanal yang disebut mencakup WhatsApp, Instagram, TikTok, hingga Telegram, dengan respons yang kontekstual, adaptif, dan aktif 24/7.

Dari pendiri hingga arah pengembangan produk

Cekat.AI didirikan oleh dua anak muda Indonesia, Matthew Sebastian dan Nicholas Alden Liem, yang melakukan riset AI di AS. Berangkat dari riset mendalam tentang AI Agent, platform ini dikembangkan untuk membantu bisnis mengotomatisasi customer engagement dan mempercepat conversion.

Pemanfaatannya juga diarahkan untuk mengubah leads menjadi revenue secara lebih efektif. Selain itu, platform ini dipakai untuk customer service, upselling, hingga pengelolaan leads agar bisnis lebih siap merespons kebutuhan pelanggan secara langsung.

Laode sendiri baru bergabung dengan Cekat.AI, tetapi membawa pengalaman lebih dari satu dekade di perusahaan global seperti Gojek, Emtek Group, Facebook, dan dentsu Indonesia. Pengalamannya mencakup strategi pertumbuhan berbasis advertising, media, data, dan teknologi.

Ia juga pernah terlibat dalam optimasi performa marketing, pengelolaan skala distribusi, hingga perancangan transformasi digital untuk brand besar. Latar belakang itu dinilai relevan dengan kebutuhan bisnis yang kini menghadapi customer journey yang semakin rumit.

Di tengah perubahan tersebut, posisi AI dalam bisnis terlihat semakin tegas. Teknologi ini tidak lagi berhenti sebagai pelengkap kampanye, tetapi mulai masuk ke inti operasional yang menentukan apakah demand hanya berakhir sebagai interaksi atau benar-benar menjadi pendapatan.

Source: mediaindonesia.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer