Bantuan AI ternyata tidak hanya membuat tugas terasa lebih cepat selesai, tetapi juga dapat mengubah cara seseorang bertahan saat harus berpikir sendiri. Dalam studi yang menyoroti pengaruh AI pada tugas penalaran, peneliti menemukan bahwa setelah bantuan itu hilang, sebagian peserta justru lebih cepat menyerah dan performa mandiri mereka ikut turun.
Temuan ini menarik karena penurunan yang muncul bukan sekadar soal jawaban yang lebih salah. Peneliti juga melihat adanya pelemahan pada persistensi, yaitu kemauan untuk terus mencoba ketika menghadapi soal sulit, sehingga dampaknya menjangkau kebiasaan berpikir itu sendiri.
Efek cepat setelah bantuan dihentikan
Studi berjudul AI Assistance Reduces Persistence and Hurts Independent Performance membahas bagaimana chatbot berbasis machine learning memengaruhi kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri. Fokus pengujiannya mencakup matematika, pemahaman bacaan, dan pengolahan informasi.
Saat AI tersedia, peserta memang bekerja lebih baik. Mereka bisa menyelesaikan tugas lebih cepat, lebih mudah, dan dengan ketepatan yang lebih tinggi dibanding peserta yang tidak mendapat bantuan.
Namun, hasil itu tidak bertahan ketika akses AI dihentikan di tengah proses. Peserta yang semula terbantu mengalami penurunan yang terukur ketika diminta kembali bekerja tanpa dukungan alat bantu tersebut.
Peneliti menyebut perubahan itu muncul cepat. Sekitar 10 menit penggunaan AI dalam pemecahan masalah sudah cukup untuk memunculkan penurunan performa saat peserta harus menyelesaikan tugas sendiri lagi.
Bukan cuma akurasi yang terdampak
Yang menjadi perhatian utama dari studi ini bukan sekadar kualitas hasil akhir. Peneliti juga menyoroti perubahan perilaku saat peserta menghadapi hambatan.
Ketika AI diambil, sebagian peserta menjadi lebih cepat menyerah pada soal yang sulit. Dalam beberapa kasus, mereka juga lebih sering melewati pertanyaan tanpa berusaha menjawabnya.
Rachit Dubey, salah satu penulis studi, menilai masalah ini bukan hanya soal lebih banyak jawaban salah setelah AI tidak tersedia. Ia menekankan bahwa pengguna juga cenderung kehilangan dorongan untuk memikirkan solusi sendiri.
Kondisi tersebut menunjukkan risiko yang lebih luas. Ketergantungan pada AI dapat melemahkan kebiasaan berpikir mandiri, bukan hanya membantu menghasilkan jawaban yang benar saat bantuan masih tersedia.
Hasil muncul di beberapa eksperimen
Temuan itu tidak berasal dari satu uji coba saja. Peneliti menjalankan beberapa eksperimen terkontrol untuk melihat apakah pola yang sama muncul di berbagai situasi tugas.
Pada salah satu pengujian, sekitar 350 peserta diminta mengerjakan soal matematika berbasis pecahan. Sebagian peserta mendapat akses ke asisten AI yang bisa memberikan jawaban secara instan, sementara sebagian lain mengerjakan tanpa bantuan.
Kelompok yang memakai AI tampil lebih baik saat bantuan tersedia. Tetapi saat akses itu dicabut, performa mereka turun dengan jelas.
Eksperimen kedua melibatkan hampir 670 peserta dan menghasilkan pola serupa. Hasil ini memperkuat dugaan bahwa efek ketergantungan tidak hanya muncul pada satu jenis tugas, melainkan juga terlihat pada pengujian yang berbeda.
Pengujian ketiga memakai tugas pemahaman bacaan. Meski format pekerjaannya berubah, penurunan tetap terlihat ketika AI tidak lagi disediakan.
Kekhawatiran soal daya tahan berpikir
Para peneliti mengingatkan bahwa penggunaan AI yang terlalu sering dapat perlahan mengikis kemampuan berpikir mendalam. Daya tahan untuk tetap fokus dan bertahan saat menyelesaikan masalah tanpa bantuan juga dinilai bisa melemah.
Dubey juga mengingatkan bahwa ketergantungan berlebihan pada chatbot dapat membuat proses berpikir sendiri terasa seperti beban yang tidak perlu. Jika kebiasaan itu terus berkembang, risikonya tidak hanya berupa penurunan keterampilan, tetapi juga berkurangnya rasa percaya diri dan kreativitas.
Dalam konteks belajar maupun kerja, temuan ini memberi sinyal bahwa AI sebaiknya diperlakukan secara seimbang. Teknologi itu jelas membantu efisiensi, tetapi jika terlalu banyak proses berpikir diserahkan ke mesin, kemampuan mandiri bisa menjadi lebih rapuh saat bantuan tidak lagi tersedia.
Studi tersebut belum melalui proses tinjauan sejawat, sehingga hasilnya masih perlu ditelaah lebih lanjut. Meski begitu, temuan awalnya sudah cukup untuk menunjukkan bahwa manfaat AI dapat datang bersama pertanyaan besar tentang apa yang pelan-pelan berkurang dari manusia ketika ketergantungan pada teknologi terus meningkat.
Source: www.indiatoday.in






