Aklamasi Ade Jona di Munas XVIII HIPMI, Persaingan Usai, Kader Diminta Satu Barisan

Ade Jona Prasetyo terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum BPP Hipmi periode 2026–2029 dalam Munas XVIII Hipmi di Bandar Lampung. Hasil itu menandai berakhirnya kontestasi dengan pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar pergantian pimpinan, yakni dorongan agar seluruh kader kembali bergerak dalam satu barisan.

Momentum persatuan itu menguat karena dukungan dari sesama kandidat, termasuk Anthony Leong dan Reynaldo Bryan, ikut mengalir ke Ade Jona menjelang penetapan. Dalam suasana seperti itu, kemenangan Ade Jona dipandang sebagai kemenangan bersama yang menegaskan soliditas di tubuh HIPMI.

Pesan persatuan menjadi sorotan utama

Ade Jona menilai dukungan dari para pesaingnya menunjukkan kedewasaan kader HIPMI dalam menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Ia juga menekankan bahwa hubungan antarkader harus dijaga lewat persahabatan dan persaudaraan.

“Kita harus bergerak bersama dari daerah. Kita pentingkan persahabatan dan persaudaraan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Anthony Leong adalah sahabat perjuangan yang sejak lama berada dalam rumah yang sama, sehingga arah gerak organisasi semestinya tetap sejalan.

Arah baru setelah pimpinan terpilih

Terpilihnya Ade Jona membuka ruang konsolidasi yang lebih luas bagi HIPMI, dari pusat hingga daerah. Dukungan dari para kandidat lain membuatnya memiliki modal politik dan sosial yang kuat untuk menyatukan energi kader dalam agenda organisasi yang lebih besar.

Kondisi tersebut juga memperkuat posisi HIPMI sebagai wadah pengusaha muda yang dapat lebih aktif menjawab tantangan ekonomi nasional. Organisasi ini diharapkan tidak berhenti pada urusan internal, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis dalam berbagai agenda pembangunan.

Ruang kontribusi yang disorot

Salah satu bidang yang disebut memiliki peluang besar adalah hilirisasi industri. Program itu dinilai bisa memberi nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, dan mendorong lahirnya pengusaha muda di berbagai daerah.

Selain itu, program Makan Bergizi Gratis atau MBG juga dipandang membuka kesempatan luas bagi pelaku UMKM dan pengusaha muda. Peluang tersebut mencakup rantai pasok dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga logistik dan distribusi.

Dengan ruang itu, HIPMI dinilai berpotensi menjadi penghubung antara gagasan kewirausahaan muda dan kebutuhan program nasional. Kolaborasi antarkader dan antarwilayah menjadi penting agar peluang yang ada tidak berhenti di tingkat wacana.

Modal sosial untuk menjaga relevansi organisasi

Keterlibatan Anthony Leong dan Reynaldo Bryan dalam mendukung hasil Munas menunjukkan bahwa HIPMI masih memiliki modal sosial yang kuat. Modal tersebut penting untuk menjaga relevansi organisasi di tengah perubahan ekonomi yang cepat dan tuntutan peran yang semakin besar dari pengusaha muda.

Dengan kepemimpinan baru yang merangkul seluruh elemen organisasi, HIPMI berpeluang memperkuat kontribusinya di daerah sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pengusaha nasional. Dari sana, daya saing Indonesia di level global juga diharapkan ikut meningkat melalui jaringan dan gagasan yang dibangun bersama oleh para kader.

Source: www.viva.co.id

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer