AKP-002 Melonjak ke 2.546 Barel per Hari, Hasil Intervensi 17 Hari yang Mengejutkan

Author: Redaksi Android62

Sumur AKP-002 di Lapangan Akasia Prima, Jawa Barat, mencatat lonjakan produksi yang menonjol setelah kembali diproduksikan. Dari target awal 896 barel minyak per hari, sumur yang dikelola Pertamina EP Zona 7 Region 2 itu justru menghasilkan 2.546 barel per hari secara aliran alami.

Kinerja tersebut menjadi sorotan karena hasilnya hampir tiga kali lipat dari target awal. Di tengah kebutuhan menjaga pasokan minyak nasional, capaian dari satu sumur ini memberi tambahan produksi yang langsung terasa.

Intervensi teknis selama 17 hari

Peningkatan itu berawal dari rangkaian pekerjaan intervensi sumur di Field Jatibarang. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa pekerjaan dimulai pada 11 Mei 2026 dengan Rig 550 HP dan memakai Rig ADI#12.

Selama 17 hari, tim menjalankan sejumlah pekerjaan teknis yang cukup spesifik. Fokusnya mencakup re-perforasi lapisan GL pada interval 2.340–2.346 mMD, perforasi lapisan CGL pada interval 2.334,5–2.340 mMD, serta CTU solvent dan unload job menggunakan nitrogen atau N2.

Setelah seluruh rangkaian selesai, rig dinyatakan release pada 28 Mei 2026. Begitu rig dilepas, sumur langsung masuk tahap put on production atau POP.

Produksi langsung naik tajam

Hasil uji produksi setelah intervensi menunjukkan laju alir akhir yang kuat. Djoko menyebut produksi mencapai 2.546 BOPD secara natural flow kepada Listrik Indonesia.

Angka itu bukan hanya melampaui target awal, tetapi juga menunjukkan bahwa intervensi teknis bisa memberi hasil yang cepat. Sumur AKP-002 kemudian kembali menyumbang pasokan minyak dari lapangan yang sudah beroperasi lebih dulu.

Penting di tengah penurunan lapangan tua

Keberhasilan ini punya makna lebih luas karena sejumlah lapangan tua masih mengalami penurunan produksi alami. SKK Migas menilai tambahan produksi seperti dari AKP-002 membantu menahan laju penurunan tersebut.

Program hulu migas hingga akhir 2026 juga masih diarahkan untuk menjaga output nasional. Rencana itu mencakup pengeboran 34 sumur eksplorasi, 617 sumur pengembangan, 564 kegiatan workover, dan 25.265 kegiatan perawatan sumur.

Arah program masih bertumpu pada tambahan produksi

Dari sisi eksplorasi, SKK Migas berharap ada temuan cadangan minyak dan gas baru. Fokus utamanya berada di lepas pantai Kalimantan Timur dan Papua.

Untuk sumur pengembangan, tambahan produksi ditargetkan berada di kisaran 100 hingga 200 BOPD per sumur. Sementara itu, kegiatan workover ditargetkan menyumbang sekitar 20 BOPD per sumur dan perawatan sumur diproyeksikan menambah sekitar 10 BOPD per sumur.

Program-program tersebut juga diarahkan untuk meredam penurunan produksi di lapangan utama nasional seperti Banyu Urip dan Rokan. Tantangan yang dihadapi antara lain shutdown tidak terencana dan penurunan kondisi reservoir.

Dalam konteks itu, capaian AKP-002 menjadi contoh bahwa intervensi yang tepat masih bisa menghasilkan lonjakan produksi yang signifikan. Satu sumur di Jawa Barat tersebut kini menambah optimisme di tengah upaya menjaga pasokan minyak nasional tetap stabil.

Source: listrikindonesia.com
Berita Terbaru