Akun Kredivo Tidak Cukup Dihapus, Ini 5 Kebiasaan Finansial yang Sering Bikin Tagihan Menumpuk

Author: Redaksi Android62

Menutup akun Kredivo sering dianggap sebagai jalan keluar saat tagihan mulai terasa memberatkan. Namun, beban keuangan yang muncul tidak selalu bersumber dari layanan PayLater itu sendiri, melainkan dari cara pakai yang kurang terkontrol.

Di banyak kasus, masalah justru mulai dari kebiasaan kecil yang terlihat aman di awal. Limit dipakai tanpa hitungan yang matang, lalu kewajiban menumpuk sampai akhirnya terasa berat ketika harus dibayar bersama pengeluaran bulanan lain.

Limit yang dipakai untuk belanja konsumtif

Salah satu pola yang paling sering memicu masalah adalah memakai limit untuk belanja yang sifatnya konsumtif. Pembelian makanan kekinian atau produk fashion karena sekadar tergoda membuat pengeluaran bergeser ke bulan berikutnya tanpa manfaat jangka panjang.

Saat transaksi dilakukan, pengeluaran itu sering terasa ringan. Beban baru muncul ketika tagihan jatuh tempo, sementara pendapatan bulanan juga sudah harus dipakai untuk kebutuhan lain.

Cicilan bulanan terlihat aman, total kewajiban justru membesar

Sebagian pengguna terlalu fokus pada angka cicilan bulanan dan menganggapnya masih terkendali. Padahal, kalau ada beberapa tagihan berjalan bersamaan, total kewajiban bisa jauh lebih besar dari yang terlihat di layar.

Situasi ini makin terasa ketika cicilan harus bersaing dengan pemasukan yang masuk setiap bulan. Nominal yang tampak kecil bisa berubah menjadi tekanan besar saat seluruh pembayaran dihitung sekaligus.

Limit bukan uang tambahan

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah menganggap limit PayLater sebagai uang ekstra. Padahal, setiap transaksi sebenarnya mengambil jatah pendapatan di masa depan, bukan menambah pemasukan yang benar-benar tersedia saat ini.

Cara pandang yang keliru ini kerap membuat pengguna lebih berani berbelanja. Akibatnya, ruang keuangan jadi sempit ketika tagihan datang berturut-turut.

Tenor panjang dan tanggal jatuh tempo sering diabaikan

Memilih tenor panjang untuk transaksi kecil memang bisa membuat beban terasa lebih ringan di awal. Namun, jika durasi pembayaran dipanjangkan tanpa alasan yang jelas, biaya dapat menumpuk lebih lama.

Kelalaian terhadap tanggal jatuh tempo juga sering memperburuk keadaan. Saat pembayaran terlambat, denda dapat muncul dan membuat cicilan bertambah dari jumlah semula.

Menghapus aplikasi tidak otomatis menutup akun

Bagi pengguna yang ingin berhenti, menghapus aplikasi saja tidak cukup. Akun tetap aktif di sistem jika tidak diproses lewat jalur resmi, sehingga penutupan harus dilakukan secara administratif.

Sebelum mengajukan penutupan, seluruh tagihan wajib dilunasi lebih dulu. Sistem akan menolak permintaan penutupan jika masih ada saldo kewajiban yang belum diselesaikan.

Setelah itu, Kredivo juga perlu dihapus dari metode pembayaran di aplikasi e-commerce yang terhubung. Langkah ini penting agar tidak ada akses otomatis dari pihak ketiga setelah akun diajukan untuk ditutup.

Kredivo menyediakan dashboard yang menampilkan informasi tagihan, termasuk total kewajiban, sehingga pengguna bisa memantau beban utang secara lebih utuh. Layanan ini juga menawarkan transparansi biaya serta opsi 0% Bunga & Admin untuk tenor 30 hari, dengan limit hingga Rp 50 juta.

Jika penutupan tetap ingin diajukan, pengguna dapat menghubungi layanan pelanggan Kredivo di 0804-1-573348. Setelah verifikasi dan pengecekan internal yang disebut memerlukan waktu sekitar 3 hari kerja, pengguna akan menerima konfirmasi jika akun sudah ditutup permanen.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru