Alan Shearer Nilai Laga Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026 Hanya Demi Uang

Alan Shearer mengecam keputusan FIFA yang tetap mempertahankan laga perebutan peringkat ketiga di Piala Dunia 2026. Legenda Inggris itu menilai pertandingan tambahan tersebut hanya digelar untuk menghasilkan pemasukan lebih besar.

Kritik Shearer berpusat pada kondisi pemain yang baru tersingkir di semifinal. Menurutnya, kebutuhan fisik dan mental para pemain seharusnya lebih diperhatikan setelah mereka gagal mencapai laga final.

“Untuk apa pertandingan ini dimainkan? Hanya untuk satu alasan: untuk menghasilkan lebih banyak uang. Jadi, ini menyedihkan,” ujar Shearer seperti dikutip Metro. Pernyataan itu menegaskan pandangannya bahwa pertimbangan komersial menjadi alasan utama pertandingan tetap dijalankan.

Pemain Dinilai Membutuhkan Pemulihan

Shearer menilai para pemain sepatutnya memperoleh waktu untuk memulihkan diri setelah kekalahan di empat besar. Kekecewaan akibat gagalnya target utama menjadi juara dinilai tidak mudah dihapus hanya dengan satu pertandingan tambahan.

Ia juga menyoroti beban fisik yang masih harus ditanggung pemain apabila tetap diturunkan. Dalam pandangannya, para manajer dan pemain memiliki alasan kuat untuk mempertanyakan manfaat laga tersebut.

“Anda sudah mendengar para manajer, apa yang mereka rasakan, dan saya cukup yakin jika Anda berbicara dengan salah satu pemain, mereka lebih suka berada di rumah sekarang dan mengatasi kekecewaan serta mencoba untuk berlibur,” jelas Shearer. Pernyataan itu menggambarkan bahwa keinginan pemain setelah semifinal bisa berbeda dari kepentingan penyelenggara.

Prancis dan Inggris Bertemu dalam Situasi Serupa

Laga perebutan posisi ketiga Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Prancis dan Inggris di Miami Stadium pada Minggu, 19 Juli 2026. Kedua tim datang setelah sama-sama mengalami kekalahan pada babak semifinal.

TimHasil SemifinalLawan Perebutan Ketiga
PrancisKalah 0-2 dari SpanyolInggris
InggrisKalah 1-2 dari ArgentinaPrancis

Prancis tersingkir usai kalah 0-2 dari Spanyol. Inggris gagal menyusul ke final setelah kalah 1-2 dari juara bertahan Argentina, meski sempat unggul lebih dahulu.

Kondisi itu membuat motivasi untuk mengejar posisi ketiga dipandang terbatas. Baik Prancis maupun Inggris memasuki pertandingan dengan target utama yang sudah tidak dapat dicapai, yakni menjadi juara dunia.

Format Lama yang Dipertanyakan

Perebutan peringkat ketiga telah menjadi bagian dari Piala Dunia sejak edisi 1934. Namun, Shearer menilai format tersebut tidak lagi sesuai dengan kebutuhan sepak bola modern.

Menurut laporan sport.detik.com, pertandingan Prancis melawan Inggris tetap dimainkan meski kedua tim masih membawa kekecewaan dari semifinal. Bagi Shearer, persoalan pokoknya bukan sekadar siapa yang finis di posisi ketiga, melainkan alasan pertandingan itu dipertahankan.

Ia memandang laga tersebut tidak selaras dengan kebutuhan pemain untuk menghadapi kegagalan dan beristirahat. Kritik itu sekaligus menempatkan kesejahteraan pemain sebagai isu utama di balik pertandingan perebutan tempat ketiga.

Source: sport.detik.com
Berita Terkait