Alan Wake II Tembus 41 FPS Di GPU 4 GB, Tweak VRAM Valve Belum Merata

Alan Wake II menjadi game yang paling menonjol dalam uji awal optimasi VRAM baru dari Valve. Saat fitur aktif, rata-rata frame rate game itu naik dari 14 FPS menjadi 41 FPS, dengan 1% low ikut bergerak dari 12 FPS ke 28 FPS.

Angka tersebut menunjukkan bahwa perubahan pada manajemen memori bisa memberi dampak besar di game yang sangat sensitif terhadap kapasitas VRAM. Bagi pengguna GPU 4 GB, hasil ini menjadi sinyal awal bahwa solusi perangkat lunak bisa membantu meringankan batas memori video yang selama ini kerap menghambat performa.

Uji coba awal itu dilakukan oleh YouTuber NJ Tech melalui CatchyOS. Fitur optimasi diaktifkan lewat opsi “Install GPU Boosters”, yang menjadi jalur praktis untuk mencoba tweak VRAM buatan insinyur Linux Valve, Natalie Vock.

Sistem pengujian yang dipakai cukup mewakili PC kelas menengah bawah. Konfigurasinya mencakup AMD Radeon RX 6500 XT 4 GB, RAM DDR4 16 GB, dan prosesor Ryzen 5 5600X dengan pendingin bawaan.

Paket perangkat keras tersebut menggambarkan kondisi banyak pengguna yang masih mengandalkan kartu grafis 4 GB untuk bermain di 1080p. Pada kelas seperti ini, kendala yang paling sering muncul bukan selalu tenaga komputasi GPU, melainkan kapasitas VRAM yang cepat penuh saat game modern dijalankan.

Hasil berbeda di tiap judul

Di luar Alan Wake II, Resident Evil Requiem juga memperlihatkan hasil yang cukup positif. Pada 1080p, setelan visual terendah, dan upscaling di level maksimum, rata-rata FPS naik dari 67 menjadi 78, sementara 1% low meningkat dari 36 FPS ke 56 FPS.

Peningkatan itu menandakan gameplay yang lebih konsisten ketika beban grafis naik. Meski begitu, lonjakannya tetap tidak sebesar yang terlihat pada Alan Wake II.

Silent Hill F menunjukkan pola yang jauh lebih kecil. Di Full HD dengan visual low dan Temporal Anti-Aliasing aktif, rata-rata FPS hanya naik tipis dari 47 menjadi 50, sedangkan 1% low bertambah 1 FPS saja.

Perbedaan hasil tersebut memperlihatkan bahwa efek optimasi VRAM Valve belum merata di semua game. Setiap judul punya cara berbeda dalam memanfaatkan memori video, sehingga dampaknya ikut berubah mengikuti kebutuhan masing-masing game.

Belum menjadi jawaban untuk semua game

Sejumlah game lain belum menunjukkan peningkatan yang berarti dalam pengujian ini. Daftarnya mencakup Crimson Desert, Cyberpunk 2077, Hogwarts Legacy, Death Stranding, dan Spider-Man 2.

Ketiadaan lonjakan besar pada judul-judul itu tidak otomatis berarti fiturnya tidak berguna. Ada kemungkinan hasil yang lebih terasa muncul pada kondisi lain, termasuk resolusi di atas 1080p yang biasanya memberi tekanan lebih tinggi pada VRAM.

Namun, data yang tersedia saat ini masih terlalu awal untuk dijadikan patokan umum. Karena itu, pengujian lanjutan dengan lebih banyak sampel game masih dibutuhkan agar gambaran efektivitas fitur ini bisa lebih jelas.

Relevansi untuk pengguna GPU 4 GB

Temuan awal ini punya arti khusus bagi pengguna Linux gaming dan pemilik PC hemat biaya. Pada perangkat seperti Radeon RX 6500 XT, batas VRAM sering terasa lebih mengganggu dibanding kemampuan inti GPU itu sendiri.

Dalam situasi seperti itu, optimasi VRAM dari Valve berpotensi memperpanjang masa pakai GPU lama lewat pendekatan perangkat lunak. Jika sebuah game sangat bergantung pada pengelolaan memori video, peningkatan performa bisa muncul jauh lebih besar daripada yang biasanya didapat hanya dari mengubah setelan grafis.

Detail penggunaan opsi “Install GPU Boosters” di CatchyOS juga memberi gambaran awal bagi pengguna yang ingin mencoba fitur ini. Meski demikian, hasil akhirnya tetap akan bergantung pada game yang dimainkan, beban VRAM, dan kondisi pengujian pada 1080p.

Source: www.notebookcheck.net

Berita Terkait