Meski sama-sama memakai basis Skyworth Group dari Tiongkok, Aletra L8 dan Polytron G3 justru melangkah ke arah yang berlawanan. Satu dibangun sebagai MPV listrik keluarga, sementara yang lain diposisikan sebagai SUV listrik modern untuk mobilitas perkotaan.
Perbedaan itu terlihat paling jelas dari jumlah kursi dan tujuan pemakaiannya. Polytron G3 hadir dengan dua baris dan lima penumpang, sedangkan Aletra L8 memakai tiga baris kursi untuk menampung hingga tujuh penumpang.
Fokus keluarga menjadi kekuatan utama Aletra L8
Aletra L8 menempatkan ruang kabin sebagai daya tarik utama. Mobil ini dibangun dengan bodi yang diperpanjang sekitar 17 cm dari basis awal agar baris ketiga tetap nyaman digunakan orang dewasa.
Langkah itu membuat L8 terasa lebih lapang dan lebih cocok untuk keluarga besar atau pengguna yang kerap bepergian bersama banyak penumpang. Bahkan, baris ketiganya menjadi salah satu pembeda paling penting di kelasnya.
Selain itu, Aletra juga menekankan sisi kepraktisan harian. L8 tetap dapat didorong secara manual dalam kondisi tertentu, seperti saat parkir paralel, sehingga orientasinya benar-benar mengarah pada kemudahan penggunaan keluarga.
Polytron G3 memilih karakter SUV yang lebih lincah
Di sisi lain, Polytron G3 mempertahankan proporsi asli platform Skyworth agar karakter SUV-nya tetap terasa. Ground clearance yang lebih tinggi membuatnya lebih sesuai untuk jalanan kota yang dinamis dan kebutuhan mobilitas harian.
Konfigurasi lima penumpang juga memberi keuntungan pada ruang kaki baris belakang dan area bagasi yang lebih lega. Format ini lebih pas untuk keluarga kecil, pasangan, atau pengguna yang membutuhkan fleksibilitas membawa barang.
Dengan pendekatan tersebut, G3 tampil sebagai SUV listrik yang menonjolkan keseimbangan antara ukuran, kelincahan, dan gaya. Karakternya berbeda jauh dari L8 yang mengejar kapasitas dan ruang maksimal.
Fitur yang dibawa pun mengikuti karakter masing-masing
Polytron memanfaatkan reputasinya sebagai perusahaan elektronik untuk memperkuat pengalaman kabin G3. SUV listrik ini dibekali XBR Audio Speaker buatan Polytron sendiri dengan karakter suara yang jernih dan bass yang kuat.
Pendekatan itu membuat G3 tidak hanya dijual sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai kendaraan yang menawarkan kenyamanan hiburan. Sektor audio menjadi nilai tambah yang terasa relevan bagi pengguna perkotaan.
Aletra L8 mengambil jalur berbeda dengan menitikberatkan kenyamanan keluarga dan kemudahan penggunaan sehari-hari. Karena itu, fokusnya lebih dekat ke fungsi praktis ketimbang hiburan kabin.
Jarak tempuh dan paket baterai juga tidak sama
Polytron G3 memakai baterai LFP berkapasitas sekitar 51,9 kWh dengan klaim jarak tempuh hingga sekitar 402 kilometer berdasarkan standar CLTC. Angka ini dianggap cukup untuk mobilitas harian maupun perjalanan antarkota jarak menengah.
Aletra L8 menawarkan pilihan yang lebih jauh. Varian Short Range disebut mampu menempuh sekitar 415 kilometer, sementara varian Long Range diklaim bisa melaju lebih dari 540 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Perbedaan ini mempertegas sasaran konsumen yang tidak sama. G3 cocok bagi pembeli yang mencari SUV listrik bergaya modern dengan lima kursi, sedangkan L8 lebih relevan untuk pengguna yang membutuhkan tujuh kursi dan daya jelajah yang lebih panjang.
Pada akhirnya, dua model ini menunjukkan bagaimana satu basis teknis dapat melahirkan karakter yang sangat berbeda. Walau sama-sama berangkat dari Skyworth, Polytron G3 dan Aletra L8 dibentuk untuk menjawab kebutuhan yang bertolak belakang di pasar mobil listrik Indonesia.







