Persaingan internet satelit memasuki babak baru setelah Amazon bergerak lebih agresif melalui kerja sama dengan Globalstar dan Apple. Langkah ini menunjukkan bahwa Amazon tidak hanya ingin hadir di pasar konektivitas orbit rendah Bumi, tetapi juga mulai menyiapkan posisi yang lebih serius untuk menantang dominasi Starlink.
Fokus utama Amazon kini tertuju pada penguatan ekosistem satelit ke perangkat, dengan target layanan mulai berjalan sekitar 2028. Di saat yang sama, keterlibatan Apple menambah bobot strategis karena konektivitas satelit semakin diposisikan sebagai fitur yang lebih luas, bukan sekadar cadangan untuk keadaan darurat.
Akuisisi Globalstar jadi fondasi baru
Amazon mengumumkan rencana akuisisi Globalstar senilai US$11,57 miliar. Paket kesepakatan itu mencakup operasi satelit, infrastruktur, aset, serta sejumlah lisensi spektrum dengan otorisasi global milik Globalstar.
Langkah ini memberi Amazon akses yang jauh lebih kuat untuk membangun jaringan satelit sendiri. Dengan fondasi tersebut, perusahaan ingin mempercepat pengembangan sistem konektivitas yang bisa langsung terhubung ke perangkat buatannya.
Arah pengembangan layanan Amazon
Amazon sudah mengembangkan layanan internet satelit berkecepatan tinggi dan latensi rendah selama sekitar enam tahun. Layanan itu menggunakan terminal berbentuk persegi untuk menerima koneksi dari jaringan satelit.
Hingga saat ini, lebih dari 240 satelit Amazon sudah berada di orbit. Untuk memperluas jangkauan itu, Amazon juga bekerja sama dengan United Launch Alliance dan SpaceX dalam proses peluncuran satelit.
Apple ikut memperkuat ekosistem konektivitas
Di sisi lain, Apple menjadi bagian penting dalam peta baru ini karena kerja sama yang berfokus pada konektivitas satelit untuk iPhone dan Apple Watch. Sebelumnya, Apple juga tercatat memiliki 20% saham di Globalstar pada 2024.
Investasi itu digunakan untuk memperkuat konstelasi satelit dan infrastruktur Globalstar, terutama guna mendukung layanan komunikasi darurat. Globalstar selama ini memang menjadi mitra Apple untuk fitur emergency SOS.
Bagaimana posisi Amazon dibanding Starlink
Meski agresif, posisi Amazon masih jauh di belakang Starlink milik SpaceX. Jaringan Starlink sudah meluncurkan lebih dari 10 ribu satelit dan memiliki lebih dari 9 juta pengguna.
Perbandingan tersebut memperlihatkan tantangan yang tidak ringan bagi Amazon. Untuk mendekati skala Starlink, Amazon harus membangun lebih banyak satelit, memastikan ketersediaan spektrum, memperkuat terminal pengguna, menjaga kerja sama perangkat, dan memastikan kualitas jaringan tetap efisien.
Berikut gambaran perbedaan skala yang disebut dalam sumber:
- Starlink telah meluncurkan lebih dari 10 ribu satelit.
- Starlink memiliki lebih dari 9 juta pengguna.
- Amazon sudah memiliki lebih dari 240 satelit di orbit.
- Amazon menargetkan layanan satelit ke perangkat mulai sekitar 2028.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pasar internet satelit mulai bergerak ke arah persaingan yang lebih terbuka. Perusahaan teknologi besar kini menggabungkan perangkat, jaringan, dan spektrum untuk mengejar layanan yang lebih luas dan lebih terintegrasi.
