Ancaman Timur Tengah Makin Dekat, ASEAN Didesak Perkuat Cadangan Energi Dan Pangan

ASEAN diminta tidak menunggu terlalu lama menghadapi tekanan dari Timur Tengah yang mulai mengancam stabilitas energi dan pangan kawasan. Di tengah gejolak pasar dunia dan gangguan rantai pasok yang kian terasa, Indonesia menilai kerja sama regional harus dipercepat agar dampaknya tidak menjalar lebih jauh ke ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan perlindungan masyarakat sebagai fokus utama dalam situasi ini. Menurutnya, respons ASEAN tidak cukup hanya bersifat reaktif, tetapi perlu dibangun lewat koordinasi yang lebih rapat antarnegara anggota.

Energi jadi titik paling rawan

Salah satu perhatian terbesar ada pada sektor energi. Pemerintah mendorong percepatan proyek strategis regional seperti ASEAN Power Grid dan Trans-ASEAN Gas Pipeline untuk memperkuat konektivitas energi di antara negara anggota.

Kedua proyek itu dinilai penting karena dapat mengurangi kerentanan kawasan terhadap guncangan dari luar. Ketika harga energi melonjak dan rantai pasok terganggu, konektivitas yang lebih kuat diharapkan memberi ruang gerak lebih besar bagi ASEAN.

Indonesia juga menyoroti ASEAN Petroleum Security Agreement sebagai mekanisme cadangan energi. Skema ini dipandang bisa menjadi penyangga saat pasokan terganggu atau harga energi naik tajam di pasar global.

Pangan ikut berada dalam tekanan

Selain energi, ketahanan pangan juga masuk dalam pembahasan yang tidak kalah mendesak. Airlangga menilai ancaman terhadap pangan tidak bisa dipisahkan dari tekanan global yang lebih luas, termasuk lonjakan biaya logistik dan harga pupuk dunia.

Karena itu, optimalisasi ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve menjadi salah satu langkah yang disorot. Cadangan beras darurat ini diarahkan untuk menjaga ketersediaan pasokan di kawasan sekaligus membantu menjaga stabilitas pangan bagi masyarakat ASEAN.

Pendekatan tersebut juga dianggap penting untuk melindungi rantai pasok pangan dan daya beli masyarakat. Di tengah situasi yang tidak menentu, kestabilan pasokan menjadi elemen kunci agar tekanan eksternal tidak langsung memukul kebutuhan dasar warga.

Perdagangan digital ikut digenjot

Di luar energi dan pangan, pemerintah juga mendorong integrasi sistem perdagangan digital agar distribusi barang antarnegara anggota bisa berjalan lebih lancar. Efisiensi ini diharapkan membuat arus logistik lebih cepat dan biaya perdagangan tetap terkendali.

Airlangga turut menekankan penguatan fasilitasi perdagangan, termasuk optimalisasi ASEAN Single Window. Upaya ini diperlukan untuk menjaga kelancaran arus barang sekaligus mempertahankan daya saing kawasan di tingkat global.

ASEAN diminta jaga keterbukaan

Para menteri ekonomi ASEAN juga menyepakati komitmen bersama dalam pernyataan tertulis untuk menjaga keterbukaan akses perdagangan internasional. Kesepakatan tersebut menunjukkan keinginan kawasan untuk tetap mempertahankan jalur perdagangan yang terbuka di tengah ketidakpastian global.

Dengan tekanan yang datang serentak dari energi, pangan, dan logistik, koordinasi kebijakan dinilai menjadi instrumen penting bagi ASEAN. Sinergi antarnegara anggota kini dipandang semakin menentukan arah ketahanan ekonomi kawasan ke depan.

Berita Terkait