Andy Burnham Menuju Downing Street, Inggris Bersiap Memiliki PM Ketujuh dalam 10 Tahun

Inggris dijadwalkan memiliki perdana menteri ketujuh dalam satu dekade ketika Andy Burnham menggantikan Keir Starmer pada Senin, 20 Juli 2026. Pergantian ini menempatkan Burnham di pusat perubahan kepemimpinan yang berlangsung sangat cepat di pemerintahan Inggris.

Burnham akan menerima mandat membentuk pemerintahan setelah bertemu Raja Charles III. Ia juga akan dikukuhkan sebagai pemimpin Partai Buruh tanpa menghadapi pesaing dalam pemilihan ketua partai.

Penunjukan tersebut terjadi hanya empat pekan setelah Burnham kembali menjadi anggota parlemen. Sebelumnya, ia tidak berada di Westminster selama sembilan tahun.

Kembalinya Burnham dalam waktu singkat menuju posisi tertinggi pemerintahan memperlihatkan besarnya tekanan politik yang dihadapi Partai Buruh. Dukungan anggota parlemen menjadi faktor penting yang membuka jalan baginya untuk mengambil alih kepemimpinan.

Tantangan Berat Menanti Pemerintahan Baru

Burnham akan mewarisi ekonomi yang melambat serta biaya pinjaman pemerintah yang tinggi. Dua persoalan ini dapat membatasi ruang gerak pemerintah dalam membiayai layanan publik.

Tekanan juga datang dari gejolak harga energi yang berkaitan dengan perang antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi tersebut berpotensi menguji kemampuan pemerintah baru menjaga stabilitas ekonomi di tengah kebutuhan belanja publik.

Isu migrasi ilegal menjadi tantangan lain yang tidak kalah besar. Meningkatnya kedatangan migran dengan perahu kecil disebut turut mendorong naiknya dukungan terhadap Partai Reformasi.

Di tengah tekanan itu, Burnham berkomitmen menjalankan manifesto pemilu Partai Buruh 2024. Salah satu janji yang dibawanya adalah tidak menaikkan pajak-pajak utama di Inggris.

Komitmen tersebut menimbulkan pekerjaan sulit bagi pemerintahan baru. Burnham harus menjaga janji pajak sembari menghadapi kebutuhan pendanaan layanan publik dan kondisi ekonomi yang melambat.

Rekam Jejak dari Westminster hingga Greater Manchester

Burnham pernah menjadi anggota parlemen dari 2001 sampai 2017 dan juga menduduki jabatan menteri. Setelah meninggalkan Westminster, ia membangun kembali pengaruh politiknya sebagai Wali Kota Greater Manchester.

Ia memenangi tiga pemilihan berturut-turut di Greater Manchester. Kedekatannya dengan masyarakat dan aktivitasnya di media sosial membuatnya dikenal luas dengan julukan “Raja Utara”.

Sejumlah anggota Partai Buruh berharap pengalaman Burnham di wilayah itu dapat menghasilkan komunikasi publik yang lebih efektif dibandingkan Starmer. Mereka juga menaruh harapan pada pendekatan yang lebih berani untuk memperbaiki layanan publik serta memulihkan ekonomi.

Dua Kekalahan Sebelum Memimpin Partai

Jalan Burnham ke pucuk Partai Buruh tidak berlangsung mulus. Ia pernah dua kali mengikuti kontestasi kepemimpinan partai, tetapi gagal meraih kemenangan.

TahunKontestasiTokoh yang Mengalahkan Burnham
2010Pemilihan pimpinan Partai BuruhEd Miliband
2015Pemilihan pimpinan Partai BuruhJeremy Corbyn

Menurut Viva.co.id, dukungan parlemen kini menjadi modal utama Burnham untuk memimpin partai. Politikus berusia 56 tahun itu membawa posisi dari faksi kiri moderat Partai Buruh.

Keberhasilan pemerintahannya kelak akan bergantung pada kemampuannya menyeimbangkan janji politik dengan tekanan biaya pinjaman, harga energi, dan migrasi. Tantangan itu langsung muncul bahkan sebelum Burnham membentuk kabinetnya.

Source: www.viva.co.id
Berita Terkait