Anting Zendaya Diduga Memakai Artefak Ribuan Tahun, Risiko Pasar Gelap Dipersoalkan

Author: Redaksi Android62

Anting yang dikenakan Zendaya saat mempromosikan film The Odyssey di London memicu perdebatan karena diduga memuat cakram emas kuno berusia sekitar 2.000 hingga 3.000 tahun. Kritik utama tidak tertuju pada desainnya, melainkan pada risiko penggunaan artefak asli yang riwayat asal-usulnya belum dijelaskan secara memadai.

Arkeolog sekaligus kreator TikTok, Dr. Z, menilai praktik menjadikan benda kuno sebagai perhiasan mewah dapat membuat perdagangan barang antik dengan asal-usul tidak jelas terlihat lumrah. Ia juga mengkhawatirkan praktik tersebut dapat berkaitan dengan pasar gelap dan pola pengambilan warisan budaya dari tempat asalnya.

Menurut Dr. Z, informasi tentang perjalanan cakram tersebut dari tanah asal menuju koleksi perhiasan tidak tersedia secara cukup. Ia menyebut Iran sebagai kemungkinan tempat asal artefak itu, tetapi pernyataan tersebut bukan kepastian mengenai asal-usul benda tersebut.

Dalam videonya, Dr. Z mengatakan, “Kita tidak mengetahui apa pun tentang asal-usulnya, maksudnya perjalanan mereka dari tanah airnya, yang kemungkinan besar adalah Iran.” Pernyataan itu menempatkan persoalan kepemilikan dan perpindahan artefak sebagai pusat perdebatan.

Risiko ketika artefak menjadi aksesori

Penggunaan peninggalan asli dalam konteks mode dinilai berbeda dengan pelestarian artefak dalam lingkungan yang terkontrol. Benda bersejarah yang dipakai sebagai aksesori juga dapat memunculkan pertanyaan tentang keamanan, kondisi fisik, dan tanggung jawab pemilik terhadap nilai budayanya.

Dr. Z berpendapat bahwa tren tersebut dapat melanggengkan praktik kolonialisme dalam perdagangan barang kuno. Ia menilai penggunaan artefak asli sebagai penanda kemewahan berisiko mengabaikan konteks sejarah serta masyarakat yang terkait dengan benda itu.

Entertainment Kompas melaporkan, Dr. Z turut mempertanyakan cara artefak tersebut diperoleh sebelum masuk ke tangan kolektor. Ia menyebut benda-benda itu didapat putra pemilik melalui cara yang tidak diungkapkan dalam informasi yang tersedia.

Ia juga mengkritik pandangan yang menempatkan artefak sebagai bagian dari imajinasi perburuan harta karun dan eksotisme masa lalu. Kritik itu merujuk pada pernyataan Glenn Spiro mengenai karya-karyanya yang disebut berdialog dengan tema tersebut.

Cakram emas dalam rancangan kontemporer

Anting itu menampilkan cakram emas bermotif matahari yang memancar, sebuah simbol yang disebut muncul dalam sejumlah peradaban kuno di Timur Dekat. Cakram tersebut kemudian dipasang ulang dalam desain perhiasan modern berbahan emas kuning 18 karat dan berlian.

Sebelum menjadi bagian dari aksesori yang dikenakan Zendaya, artefak itu disebut termasuk dalam koleksi Materials of the Old World milik perhiasan London, Glenn Spiro. Benda tersebut kini disebut berada dalam koleksi pribadi Barron London.

Rancangan kontemporer itu awalnya menarik perhatian sebagai pilihan mode dalam agenda promosi film. Respons publik berubah setelah pertanyaan tentang jejak kepemilikan dan etika pemakaian artefak mulai disoroti.

Dr. Z menilai replika akan menjadi pilihan yang lebih tepat dibanding menggunakan peninggalan asli. Menurutnya, penggunaan replika tetap dapat menghadirkan nilai visual tanpa menambah persoalan mengenai status dan perpindahan benda bersejarah.

Belum ada tanggapan dari penata gaya

Law Roach, penata gaya yang lama bekerja dengan Zendaya, belum memberikan tanggapan atas kontroversi tersebut. Roach dikenal melalui penampilan yang dibangun dengan tema dan narasi kuat dalam berbagai penampilan publik Zendaya.

Dr. Z juga menyoroti ironi penggunaan perhiasan bersejarah dalam promosi The Odyssey. Ia menganggap film itu bermasalah dalam sejumlah unsur, termasuk bahasa, baju zirah, peran gender, dan penggunaan celana yang dinilainya tidak sesuai zaman.

Perdebatan ini mengingatkan pada perhatian publik ketika Kim Kardashian mengenakan gaun Marilyn Monroe. Kedua peristiwa tersebut sama-sama memunculkan diskusi mengenai batas penggunaan benda bersejarah yang dianggap tidak tergantikan di luar tujuan pelestarian.

Hingga kini, dugaan mengenai asal artefak dalam anting tersebut tetap menjadi bagian dari kritik Dr. Z, bukan fakta yang telah dipastikan. Namun, kasus ini memperlihatkan bahwa nilai mode sebuah aksesori dapat berbenturan dengan tuntutan transparansi atas warisan budaya.

Source: entertainment.kompas.com
Berita Terbaru