Peluang Antonio Conte untuk menangani tim nasional Italia kembali terbuka setelah ia resmi berpisah dengan Napoli. Nama Conte kini masuk dalam daftar kandidat utama untuk mengisi kursi pelatih Azzurri, terutama setelah Italia gagal menembus Piala Dunia 2026.
Kabar kepergian Conte dari Napoli disampaikan Fabrizio Romano. Ia menyebut keputusan itu sudah final dan telah dibahas langsung dengan Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis.
Romano juga menegaskan bahwa perpisahan tersebut tidak menimbulkan kewajiban finansial bagi klub. Napoli tidak perlu menanggung kompensasi, tunjangan, atau kesepakatan lain setelah kedua pihak berpisah.
Menurut Romano, sikap Conte sudah disampaikan kepada De Laurentiis sekitar sebulan sebelumnya. Artinya, proses itu berjalan cukup jelas dan bukan keputusan mendadak yang muncul di ujung musim.
Conte juga disebut tidak membuka pembicaraan soal proyek baru bersama Napoli. Ia hanya siap melanjutkan babak baru dalam hubungan yang tetap baik dengan De Laurentiis.
Situasi itu membuat proses perpisahan berlangsung bersih. Tidak ada detail tambahan yang membebani Napoli, sehingga hubungan kedua pihak dikabarkan tetap berjalan dalam suasana yang baik.
Dari sisi prestasi, Conte meninggalkan Napoli dengan catatan penting. Ia berhasil mempersembahkan gelar Serie A dan Supercoppa untuk klub tersebut.
Dua trofi itu menjadi penanda kuat dari periode kerjanya di Napoli. Karena itu, kepergiannya kini dipandang sebagai awal dari fase baru dalam kariernya, bukan sekadar penutup dari satu musim kerja.
Di saat bersamaan, sorotan langsung mengarah ke Timnas Italia. Status Conte sebagai salah satu kandidat utama membuat masa depannya kembali jadi pembahasan besar di sepak bola Italia.
Dengan reputasinya yang masih kuat dan pintu ke Azzurri yang kini terbuka lebih lebar, langkah Conte berikutnya akan terus dipantau. Situasi ini menempatkannya di persimpangan penting antara melanjutkan karier di level klub atau memimpin tim nasional.
Source: www.beritasatu.com