Apple Berpeluang Naikkan Harga iPhone Pro, Krisis Memory Makin Menekan

Author: Redaksi Android62

Apple sedang menghadapi tekanan ganda dari dua arah yang sama-sama sensitif: biaya memori yang naik dan pasokan chip yang makin ketat. Kondisi ini membuat harga iPhone berpotensi ikut bergerak naik pada musim gugur, terutama di lini premium.

Yang paling mungkin terkena dampak adalah model Pro dan Pro Max. Sementara itu, model dasar masih punya peluang dipertahankan agar tetap lebih terjangkau bagi pembeli yang lebih sensitif terhadap harga.

Dalam panggilan pendapatan kuartal kedua pekan ini, Tim Cook menyebut biaya memori akan “mendorong dampak yang meningkat pada bisnis” Apple. Ia tidak menjelaskan bentuk pastinya, tetapi menegaskan perusahaan akan “melihat berbagai opsi” untuk merespons situasi tersebut.

Tekanan ini tidak muncul sendirian. Industri teknologi sedang menghadapi kekurangan memori yang meluas, dan pusat data AI menyerap pasokan dalam jumlah besar. Akibatnya, tekanan harga mulai dirasakan lebih luas, termasuk pada produk konsumen seperti laptop, ponsel pintar, dan konsol gim.

Fokus penyesuaian ada di lini premium

Menurut analis IDC, Nabila Popal, Apple kemungkinan akan menempatkan kenaikan harga di model Pro dan Pro Max. Ia juga menilai model dasar bisa tetap dipertahankan harganya pada musim semi berikutnya.

Popal menyebut Apple masih berada di posisi yang lebih baik dibanding para pesaingnya untuk melewati krisis memori dan mengamankan suplai. Namun, ia menyoroti dilema utama Apple, yaitu memilih antara menjaga profitabilitas lewat harga lebih tinggi atau mempertahankan harga demi mengejar pangsa pasar.

Pilihan itu penting karena iPhone tetap menjadi salah satu produk paling diperhatikan dalam strategi pendapatan Apple. Kenaikan kecil pada lini premium saja dapat memengaruhi persepsi pasar, apalagi saat banyak konsumen sudah terbiasa menghadapi biaya perangkat yang naik di berbagai kategori.

Tekanan tidak berhenti di iPhone

Cook juga mengatakan hambatan lain yang dihadapi Apple adalah ketersediaan advanced nodes tempat SOC Apple diproduksi. Kendala itu pada akhirnya dapat berdampak pada Mac Mini, Mac Studio, dan MacBook Neo.

Artinya, masalah pasokan tidak hanya membayangi iPhone. Sejumlah lini Mac juga ikut berada dalam area risiko yang sama jika tekanan komponen berlanjut.

Meski begitu, Apple sejauh ini masih menghindari kenaikan harga besar pada perangkatnya. Perusahaan tampaknya masih mengukur seberapa jauh pasar bisa menerima perubahan harga tanpa mengganggu permintaan.

Langkah industri lain memberi sinyal serupa

Penyesuaian harga juga mulai terlihat di perusahaan perangkat keras lain. Awal bulan ini, Sony menaikkan harga di seluruh lini PlayStation 5, termasuk model Pro kelas atas menjadi $900.

Microsoft juga baru-baru ini menaikkan harga pada lini PC Surface. Rangkaian langkah itu menunjukkan produsen mulai melindungi margin di tengah biaya komponen yang terus naik.

Di saat yang sama, Apple masih mencatat performa bisnis yang kuat. Perusahaan membukukan pendapatan $111 miliar pada hasil kuartal kedua, naik 17% dibandingkan tahun lalu.

Pertumbuhan itu ditopang oleh pendapatan layanan serta peluncuran iPhone 17e, M4 iPad Air, dan MacBook Neo. Namun, kekuatan pendapatan tersebut belum sepenuhnya menyingkirkan risiko bahwa tekanan biaya memori dapat mendorong Apple mengambil langkah harga yang lebih agresif pada produk andalannya.

Berita Terbaru