Apple Maps sempat menjadi salah satu keputusan paling disorot dalam perjalanan kepemimpinan Tim Cook. Dalam pertemuan internal bersama karyawan, Cook menyebut layanan peta itu sebagai blunder terbesar selama ia memimpin Apple.
Ia bahkan menempatkan Apple Maps sebagai kesalahan besar pertama setelah resmi menggantikan Steve Jobs sebagai CEO pada 2011. Bagi Cook, masalah utamanya ada pada peluncuran yang dilakukan sebelum layanan itu benar-benar siap untuk publik.
Peluncuran yang terlalu cepat
Cook menilai Apple terlalu percaya diri saat membawa Apple Maps ke pasar. Proses pengujiannya disebut terlalu terpusat di sekitar Cupertino, California, sehingga banyak persoalan tidak terdeteksi.
Keterbatasan itu membuat Apple gagal melihat bagaimana layanan tersebut bekerja di wilayah lain. Begitu dipakai secara luas, pengguna langsung menemukan data lokasi yang salah, rute yang membingungkan, dan petunjuk arah yang tidak akurat.
Kritik keras dari pengguna
Dampak dari kekeliruan itu terasa cepat dan luas. Saat pertama dirilis, Apple Maps langsung memicu kritik tajam karena dianggap memberi arahan yang keliru.
Dalam sejumlah kasus, layanan itu bahkan dinilai berpotensi membahayakan pengguna. Reputasi Apple ikut terguncang karena kegagalan tersebut muncul di salah satu produk yang seharusnya menjadi andalan perusahaan.
Efek ke dalam tubuh Apple
Masalah Apple Maps tidak berhenti pada keluhan pengguna. Kegagalan itu ikut mengguncang struktur internal Apple dan memicu langkah tegas dari perusahaan.
Richard Williamson, kepala proyek Apple Maps, diberhentikan setelah peluncuran yang kacau. Cook juga mengambil langkah langka dengan mengirim surat permintaan maaf terbuka kepada pengguna Apple.
Polemik itu turut menyeret Scott Forstall, eksekutif senior yang ikut bertanggung jawab atas proyek tersebut. Forstall dikabarkan menolak menandatangani surat permintaan maaf Cook, dan penolakan itu disebut memperburuk posisinya sampai akhirnya ia dicopot.
Dari kegagalan ke layanan yang lebih matang
Meski awalnya bermasalah, Apple Maps tidak berhenti berkembang. Apple terus berinvestasi untuk memperbaiki kualitas peta, akurasi navigasi, dan penambahan fitur baru.
Kini layanan itu dinilai jauh lebih andal dibanding masa awal peluncurannya. Meski begitu, sebagian pengguna masih sesekali menemukan kekeliruan data lokasi atau rute.
Dalam pengakuannya yang lebih luas, Cook juga menyebut daftar kesalahan Apple kemungkinan sangat panjang. Selain Apple Maps, ia menyinggung kegagalan lain di bawah kepemimpinannya seperti Apple Car yang dibatalkan dan AirPower yang tak pernah dirilis.
Di sisi lain, Cook tidak menempatkan perbaikan Apple Maps sebagai pencapaian utamanya. Ia justru menyebut Apple Watch sebagai keberhasilan terbesar selama masa jabatannya, sambil menyoroti dampaknya bagi kesehatan dan keselamatan pengguna.
Source: www.idntimes.com






