Apple Naikkan Target iPhone Lipat Jadi 10 Juta Unit, Debut Besarnya Kian Dekat

Author: Redaksi Android62

Apple disebut meminta pemasoknya menyiapkan lebih dari 10 juta unit iPhone lipat untuk 2026. Angka itu menunjukkan keyakinan yang jauh lebih besar terhadap perangkat yang juga kerap disebut iPhone Ultra atau iPhone Fold.

Lonjakan target tersebut penting karena sebelumnya proyeksi produksi berada di kisaran 7 juta hingga 8 juta unit. Jika permintaan itu benar-benar dijalankan, Apple tampak tidak lagi memosisikan ponsel lipatnya sebagai produk percobaan, melainkan sebagai langkah besar di lini baru.

Menurut Nikkei, perubahan skala itu juga muncul di tengah laporan bahwa peluncuran perangkat sempat mengalami penundaan. Kini, ponsel lipat pertama Apple disebut kembali berada di jalur untuk menjalani debut besar.

Harga premium dan posisi di kelas atas

Untuk pasar awal, perangkat ini disebut kemungkinan dibanderol sekitar $2,500 pada model dasar. Varian dengan kapasitas penyimpanan lebih tinggi diperkirakan bisa mencapai $3,000.

Kisaran tersebut menempatkan iPhone Ultra di segmen paling premium dalam portofolio Apple. Strategi itu sejalan dengan posisi ponsel lipat yang masih dianggap kategori unggulan dengan volume lebih terbatas dibanding model iPhone utama.

Perkiraan Keterangan Angka
Target produksi iPhone lipat Untuk 2026 Lebih dari 10 juta unit
Proyeksi sebelumnya Estimasi awal produksi 7 juta-8 juta unit
Harga model dasar Perkiraan harga awal $2,500
Harga varian tertinggi Perkiraan dengan kapasitas lebih besar $3,000

Produksi iPhone baru ikut membesar

Di saat yang sama, pemasok juga dilaporkan bersiap memproduksi lebih dari 70 juta unit iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Total produksi untuk jajaran iPhone baru pada tahun itu disebut berada di sekitar 220 juta unit.

Data tersebut memberi konteks bahwa perangkat lipat Apple tidak diposisikan sebagai pelengkap kecil. Meski volumenya masih jauh di bawah model Pro dan Pro Max, angka di atas 10 juta unit tetap besar untuk kategori yang benar-benar baru bagi Apple.

Laporan yang sama menyebut iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max akan hadir tahun ini. Pada saat yang sama, iPhone Fold juga disebut berpeluang diperkenalkan dalam acara musim gugur Apple.

Jadwal peluncurannya disebut bisa jatuh pada 8 atau 9 September. Tanggal 9 September dinilai memiliki bobot yang lebih kuat, meski kepastian resmi tetap menunggu pengumuman Apple.

Pasar ponsel lipat memberi sinyal tambahan

Counterpoint Research memperkirakan pasar ponsel lipat akan tumbuh 24% tahun ini. Pada periode yang sama, pendapatan pasar ini juga diproyeksikan naik 45% secara tahunan.

Proyeksi itu menjadi latar penting di balik kenaikan target Apple. Pertumbuhan pasar menunjukkan bahwa ponsel lipat tidak lagi hanya menjadi eksperimen terbatas, melainkan mulai berkembang sebagai kategori bernilai tinggi.

Persaingan di sisi panel layar lipat juga makin ketat. Counterpoint Research mencatat Samsung Display mengambil pangsa besar pada kuartal pertama 2026 dibanding kuartal pertama 2025, dengan pangsa pasar 22%.

BOE tercatat memiliki pangsa pasar 45% tahun ini, turun dari 52% pada kuartal pertama 2025. Visionox dan TCL juga disebut mengambil porsi besar dalam pasar tersebut.

Kesiapan rantai pasok menjadi faktor penting karena layar merupakan komponen inti ponsel lipat. Jika target lebih dari 10 juta unit itu tercapai, ketersediaan panel dan kelancaran produksi akan menjadi penentu utama.

Bagi Apple, langkah ini bukan hanya soal menambah satu model baru ke jajaran iPhone. Skala produksi tersebut memperlihatkan upaya serius untuk masuk ke kategori yang selama ini berkembang di luar ekosistemnya sendiri.

Di tengah dominasi model iPhone reguler dan Pro sebagai penyumbang volume utama, iPhone Ultra berpotensi menjadi ujian baru bagi strategi premium Apple. Perhatian pasar kini tertuju pada kesiapan pemasok, harga final, dan apakah peluncuran itu benar-benar terjadi pada musim gugur mendatang.

Source: true-tech.net
Berita Terbaru