Arema Menang 3-1 Atas PSIM, Van Gastel Ungkap Masalah Fokus Sejak Awal Laga

Author: Redaksi Android62

Kekalahan 1-3 PSIM Yogyakarta di Stadion Kanjuruhan bukan sekadar soal skor, tetapi juga soal bagaimana tim itu kehilangan kendali sejak awal pertandingan. Jean Paul van Gastel menilai anak asuhnya terlalu cepat berada di bawah tekanan karena tidak disiplin pada babak pertama.

Arema FC memanfaatkan situasi itu dengan sangat efektif. Tuan rumah langsung menekan sejak menit awal dan sudah unggul ketika laga baru berjalan dua menit melalui penyelesaian Joel Vinicius setelah aksi individu Dalberto Luan di jantung pertahanan PSIM.

Gol cepat tersebut membuat PSIM harus mengubah rencana permainan lebih cepat dari yang diinginkan. Namun, Arema tetap mampu menjaga kendali dan tampil cukup cerdik hingga turun minum, sementara PSIM kesulitan keluar dari tekanan.

Van Gastel juga menyoroti keunggulan fisik pemain Arema yang membuat lawan makin sulit membangun serangan dari belakang. Menurutnya, kesalahan sendiri menjadi faktor penting yang membuat PSIM langsung dihukum oleh efektivitas lawan.

Perubahan taktik belum cukup

Tertinggal satu gol, Van Gastel mencoba mengubah pendekatan saat jeda agar PSIM tampil lebih ofensif di babak kedua. Upaya itu sempat membuahkan hasil ketika Deri Corfe mencetak gol pada menit ke-52 dan memperkecil keadaan menjadi 2-1.

Meski sempat mendapat momentum, PSIM tidak mampu mempertahankannya lama. Arema kembali menjauh lebih dulu lewat gol Dalberto Luan pada menit ke-48, sehingga tim tamu tetap berada dalam posisi mengejar dan sulit mengontrol tempo laga.

Di sisi lain, Arema tampil lebih tajam saat peluang datang. Setiap celah kecil dari PSIM langsung dimanfaatkan, dan perbedaan efektivitas itulah yang membuat tuan rumah terus memegang keuntungan dalam pertandingan.

Gol penutup kunci kemenangan Arema

Kemenangan Arema akhirnya dipastikan lewat gol Valdeci Moreira pada menit ke-88. Sepakan jarak jauhnya melengkung dan gagal diantisipasi Cahya Supriadi, sehingga skor berubah menjadi 3-1 untuk tuan rumah.

Hasil itu menegaskan bahwa Arema bukan hanya memulai laga dengan cepat, tetapi juga mampu menjaga intensitas sampai menit akhir. PSIM sebaliknya harus pulang dengan pelajaran pahit setelah kembali memperlihatkan rapuhnya fokus di fase awal pertandingan.

Van Gastel kemudian mengaitkan laga ini dengan karakter kompetisi kasta tertinggi Indonesia yang menurutnya menuntut kesiapan penuh. Ia menilai banyak tim mengandalkan low block dan transisi cepat, sehingga tim yang ingin menguasai bola harus jauh lebih rapi dan konsentrasi.

Pelatih asal Belanda itu juga menyebut persaingan liga sangat ketat karena tim-tim di papan bawah pun bisa menyulitkan siapa saja. Karena itu, kekalahan dari Arema menjadi evaluasi penting bagi PSIM untuk menjaga konsentrasi, memperbaiki koordinasi lini belakang, dan mengurangi kesalahan sendiri sejak menit awal.

Source: mediaindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru