Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan serangan Argentina yang telah menghasilkan 19 gol dengan pertahanan Spanyol yang baru kebobolan satu kali. Kontras tajam itu menjadi pusat perhatian sebelum kedua tim bertemu di Stadion MetLife, New Jersey.
Argentina juga menjadi satu-satunya peserta yang memenangi seluruh pertandingan sepanjang turnamen. Namun, rekor sempurna tersebut dibangun melalui sejumlah laga yang harus dituntaskan pada perpanjangan waktu dan gol-gol penentu di menit akhir.
| Tim | Catatan Utama | Statistik Turnamen |
|---|---|---|
| Argentina | Memenangi seluruh laga | 19 gol |
| Spanyol | Pertahanan paling kokoh | 1 kali kebobolan |
Pertandingan puncak dijadwalkan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, dini hari waktu Indonesia. Laga ini menjadi penutup turnamen yang telah menggelar 103 pertandingan selama 38 hari dan melibatkan 48 peserta.
Ketahanan Spanyol mendapat sorotan setelah tim itu menundukkan Prancis 2-0 pada semifinal. Kemenangan tersebut disebut sebagai penampilan terbaik La Roja sepanjang kompetisi.
Intensitas Argentina Melawan Penguasaan Bola Spanyol
Argentina dikenal bermain dengan intensitas tinggi dan pendekatan fisik untuk menekan lawan. Gaya itu akan berbenturan dengan Spanyol yang mengendalikan tempo lewat penguasaan bola serta rangkaian umpan pendek.
Spanyol di bawah arahan Luis de la Fuente membangun serangan secara sabar hingga menemukan ruang di pertahanan lawan. Dalam skema tersebut, Rodri memegang peran penting sebagai pengatur aliran permainan dari lini tengah.
Gelandang berusia 30 tahun itu telah mencatatkan 694 umpan sepanjang turnamen, terbanyak di antara semua pemain. Angka tersebut memperlihatkan besarnya peran Rodri dalam menjaga ritme permainan Spanyol.
Menjelang final, Rodri menilai Argentina akan memberi tuntutan fisik yang lebih besar dibandingkan lawan sebelumnya. Kepada wartawan jelang laga, dalam kutipan CNN International, ia mengatakan pertandingan hari Minggu akan sangat berbeda dan lebih menguras fisik.
“Kami tahu bagaimana memainkan pertandingan sesuai momennya. Kami bisa bertahan, melakukan serangan balik, maupun menyerang,” ujar Rodri.
Fleksibilitas itu menjadi salah satu modal Spanyol untuk menyesuaikan cara bermain di berbagai situasi. Kemampuan tersebut akan diuji oleh Argentina yang tampil agresif sejak awal pertandingan sepanjang turnamen.
Messi Menepis Anggapan Faktor Keberuntungan
Kapten Argentina Lionel Messi menolak penilaian bahwa timnya mencapai final hanya karena keberuntungan. Ia menegaskan perjalanan Argentina merupakan hasil dari kerja yang konsisten hingga mampu bertahan sebagai dua tim terbaik dunia.
“Sekali lagi, kami telah menempatkan diri di antara dua tim terbaik di dunia. Itu membuktikan bahwa semua yang telah kami lakukan bukanlah kebetulan dan tidak ada yang diberikan kepada kami,” kata Messi.
Peran Messi kembali penting dalam menggerakkan permainan Argentina menuju laga puncak. Final ini juga mempertemukannya dengan Lamine Yamal, pemain 19 tahun yang menjalani debut Piala Dunia bersama Spanyol.
Yamal sebelumnya telah mengoleksi sejumlah gelar bersama Barcelona dan tim nasional Spanyol. Kemenangan di Stadion MetLife akan membuatnya mengangkat trofi Piala Dunia pada penampilan pertamanya di ajang tersebut.
Pertemuan Messi dan Yamal turut menghidupkan kembali perhatian terhadap foto dari 2007 yang memperlihatkan Messi memandikan Yamal saat masih bayi. Kini, keduanya akan berhadapan untuk pertama kalinya di lapangan Piala Dunia.
Final dengan Rangkaian Acara Besar
FIFA juga menyiapkan pertunjukan paruh waktu untuk pertama kalinya pada final Piala Dunia. Shakira, Madonna, BTS, dan Justin Bieber dikabarkan akan tampil dalam rangkaian hiburan tersebut.
Kehadiran konser diperkirakan membuat jeda setelah babak pertama lebih panjang dari ketentuan normal 15 menit. Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga dijadwalkan hadir pada pertandingan itu.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan Trump akan ikut menyerahkan trofi kepada tim juara, seperti pada final Piala Dunia Antarklub pada musim panas lalu. Dengan demikian, benturan antara produktivitas Argentina dan ketahanan Spanyol akan berlangsung di tengah panggung final yang lebih besar dari sekadar pertandingan sepak bola.
